KAMIS , 22 NOVEMBER 2018

Tahun Depan, CJH Harus Punya BPJS

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Jumat , 25 Agustus 2017 00:12
Tahun Depan, CJH Harus Punya BPJS

Ilustrasi (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kantor Wilayah Kementrian Agama (Kakanwil) melalui PPIHB bersama Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan akan melakukan Memorendum of Understanding (Mou) atau kerjasama untuk mewajibkan bagi calon jemaah haji (CJH) untuk mendaftarkan diri menjadi peserta BPJS kesehatan tahun depan.

Direktur BPJS Kesehatan Pusat, Wahyudi mengatakan, pelayanan gratis cuman ada dalam Asrama Haji, jika CJH tersebut ingin dirujuk kerumah sakit lalu tidak memiliki BPJS maka akan dikenakan biaya. Persoalan ini sering sangat terjadi jika tahun haji tiba.

Olehnya itu, lanjut Wahyudi, pihaknnya berharap untuk setiap CJH harus mendaftarkan dirinya menjadi peserta BPJS Kesehatan sebelum mendaftar haji agar pelayanan kesehatan bisa diberikan .

“Mudah-mudahan secepatnya kita bekerjasama dengan Kemenag,” tuturnya.

Menurut data, lanjut Wahyudi, total CJH yang memiliki Kartu BPJS Kesehatan secara nasional baru sekitar 24 persen, artinya target pemerintah untuk 100 persen masyarakat Indonesia memiliki BPJS masih sangat jauh.

“Kami himbau masyarakat yang ingin berhaji harus memiliki BPJS karena ini perintah undang-undang yang mengatakan bahwa seluruh masyarakat wajib memiliki jaminan sosial,” kata Wahyudi

Terkait hal itu, Kakanwil Kemenag Sulsel dan juga sebagai PPIH, Abd Wahid Thahir mengatakan, soal MoU BPJS dengan Kemenag itu adalah urusan pusat karena kerjasama dengan secara nasional sehingga pihaknya masih menunggu hasil keputusan tersebut dari pemerintah pusat.

[NEXT-RASUL]

“BPJS itu perlu namun untuk CJH semua pelayanan dan termasuk pelayanan kesehatan merupakan tanggung jawab dari pemerintah mulai saat di tanah air, di lokasi haji sampai kembali ke tanah air,” tuturnya.


div>