Senin, 29 Mei 2017

Butuh Perhatian Pemerintah

Tahun ini, Nilai Ekspor Kakao Sulsel Diprediksi Merosot

Kamis , 18 Mei 2017 20:38
Penulis : Reza Riyaldi
Editor   : Ashar Abdullah
MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM - Asosiasi Kakao Indonesia (Askindo) Sulsel memprediksikan ekspor kakao di tahun ini akan merosot lantaran kurangnya perhatian dari pemerintah.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Askindo Sulsel, Yusa Rasyid Ali, Dia menuturkan sejak tahun 2010 hingga sekarang, nilai ekspor kakao Sulsel turun drastis. Sama halnya para eksportir kakao, jumlahnya kini tak seberapa.

"Dulu, Sulsel punya 15 eksportir biji kakao dan 6 industri pengolahan kakao. Sekarang tersisa 3 eksportir dan 2 industri pengolahan," tuturnya saat dikonfirmasi RakyatSulsel, Kamis (18/5).

Dia menjelaskan, nilai ekspor kakao Sulsel pada tahun 2009 lalu, itu sebesar USD 400 juta (sekitar Rp5,3 triliun). Capai tahun 2016 lalu, hanya senilai USD 150 juta.

"Penurunan nilai ekspor dan eksportir kakao di Sulsel, itu karena ada beberapa hal. Misalnya lahirnya regulasi baru terkait penetapan bea keluar untuk biji kakao. Serta adanya Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Regulasi ini dahulu belum ada, tetapi semenjak 2010 mulai diberlakukan hingga sekarang," jelasnya.

Ia mengatakan, di tahun ini di prediksi produktifitas akan menurun lagi. Karena penurunan itu diakibatkan kurangnya perhatian dari pemerintah soal lahan produksi kakao di Sulsel.

"Hal itu mengakibatkan, kurangnya bahan baku bagi para eksportir. Sehingga nilai ekspor kakao Sulsel terus melempem. Saya berharap untuk kedepannya bisa meningkatkan produktivitas agar tidak menurunnya nilai ekspor di Sulsel," tegasnya.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*