RABU , 17 OKTOBER 2018

Tahun Pilkada, Densus 88 Endus Tindakan Radikal di Sulsel

Reporter:

Al Amin

Editor:

Lukman

Selasa , 16 Januari 2018 19:00
Tahun Pilkada, Densus 88 Endus Tindakan Radikal di Sulsel

ILUSTRASI

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Jelang Pilkada serentak, antisipasi terhadap tindakan radikal secara dini dilakukan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri. Hal itu diungkapkan saat densus 88 menemui Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, di ruang kerjanya, Selasa (16/1).

Dalam pertemuan itu terungkap bahwa provinsi Sulsel masuk dalam tiga besar Zona merah yang patut diwaspadai akan mudahnya bentuk radikal terjadi.

“Sulsel ini menjadi titik tolak bagi kelompok radikal karena bibit-bibitnya muncul dari Sulsel, di sini juga masuk wilayah zona merah karena di sini banyak tokoh radikal yang menjadikan Sulsel sebagai basis berkembang maupun rekrutmen dan untuk latihan militer di sini,” ujar salah seorang anggota tim Densus 88 yang enggan menyebutkan namanya, usai melakukan pertemuan dengan Gubernur Sulsel.

Selain itu, tim densus 88 juga mulai mengendus adanya tindakan radikal memasuki tahun pilkada 2018 ini. Pihaknya pun memperkirakan aksi radikal di musim pilkada tidak jauh dari kejadian pilgub 2013 lalu.

Dimana saat itu terjadi pelemparan bom berjenis high explosive saat Syahrul Yasin Limpo sebagai petahana calon gubernur melakukan kampanye. Beruntung bom dengan daya ledakan hingga radius 20 sampai 50 meter itu tidak sempat meledak.

“Perlu diwaspadai bahwa memang pejabat daerah saat ini sudah menjadi target oleh kelompok radikal yang dimanfaatkan supaya tujuan mereka tercapai karena kita lihat mereka diadu,” lanjut anggota tim densus 88 ini.

 


div>