• Jumat, 25 Juli 2014
Iklan | Privacy Policy | Redaksi | Citizen Report

Tak Ada Rekrut Ulang PPK, PPS, dan KPPS

Kamis , 28 Februari 2013 10:38
Total Pembaca : 317 Views

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sulsel tidak akan merekrut ulang badan adhoc penyelenggara pemilu 2014.

Hal tersebut merujuk keputusan KPU yang menyatakan provinsi yang menggelar pemilukada tahun 2013 tidak akan merekrut ulang badan adhoc.

Badan adhoc yang sudah dibentuk untuk kebutuhan pemilukada akan di SK kan menjadi badan adhoc penyelenggara pemilu tahun 2014

“Ada 15 provinsi yang menggelar pemilukada tahun ini. Untuk efesiensi waktu dan anggaran, kita tidak akan merekrut ulang badan adhoc di daerah tersebut. Yang sudah ada langsung kita SK kan saja,” ujar Komisioner KPU RI Ferry Kurnia Rizkiyansyah dikutip dari Rakyat Merdeka, Rabu (27/2).

Sebanyak 15 provinsi yang menggelar pemilukada pada tahun 2013 yakni Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Kalimantan Timur (Kaltim), Sulawesi Selatan (Sulsel), Maluku, Maluku Utara (Malut), dan Papua.

Dengan demikian KPU Kabupaten/Kota tidak perlu lagi melakukan serangkaian tes untuk merekrut 22.860 petugas PPK, 159.627 petugas PPS dan 2.881.333 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di 15 provinsi tersebut.

“Selain efesien dari segi waktu dan anggaran, kita juga mendapat petugas yang sudah berpengalaman,” ujar Ferry.

Meski demikian, lanjut Ferry, KPU tetap harus melakukan evaluasi terhadap semua petugas badan adhoc tersebut. Mantan Ketua KPU Jawa Barat ini menjelaskan banyak manfaat jika KPU tetap menggunakan petugas badan adhoc lama untuk penyelenggaraan pemilu 2014.

Para petugas tersebut sudah memiliki pengalaman sehingga tidak diperlukan lagi bimbingan teknis yang mendalam terkait dengan tugas dan wewenangnya sebagai penyelenggara.

Tim kerja juga akan lebih solid karena sudah pernah bekerja sama mengelola kegiatan pemilu.

“Mereka juga dapat memberikan masukan dan sumbang saran kepada KPU terkait hal-hal yang menurut mereka menjadi kelemahan dalam penyelenggaraan pemilukada sehingga tidak terulang lagi pada pemilihan umum tahun 2014,” tutupnya.


Editor: Mulyadi Abdillah