SELASA , 20 NOVEMBER 2018

Tak Ada Sanksi Tegas, Atribut Kampanye Paslon Bertebaran

Reporter:

Editor:

Azis Kuba

Selasa , 08 September 2015 17:30

PANGKEP,RAKYATSULSEL.COM – Meski dilarang memasang alat peraga kampanye, namun gambar-gambar calon bupati masih bertebaran disejumlah titik di kabupaten Pangkep. Selain memasang dipinggir jalan, alat peraga kampanye bergambar wajah para calon juga terpasang di mobil-mobil tim sukses.

Hal tersebut mungkin wajar sebab Panwaslu Kabupaten Pangkep sendiri menganggap pelanggaran yang diatur dalam Peraturan KPU Nomor 8 tersebut adalah pelanggaran ringan. Ketua Panwaslu Pangkep, Saharuddin Hafid menjelaskan dalam pasal 72 yang mengatur tentang penertiban alat peraga kampanye, tidak disebutkan sanksi tegas atas pelanggaran tersebut.

“Disini (PKPU) tidak disebutkan sanksi tegas, hanya sanksi administrasi dari KPU berdasarkan rekomendasi dari Panwas. Dan kami sudah menyurat kepada KPU untuk menyurati paslon yang alat peraganya masih bertebaran,” jelas Saharuddin di ruang kerjanya, Selasa (8/9).

Ia menegaskan bahwa salah jika menyalahkan panwas atas banyaknya alat peraga kampanye yang belum turun. Kewenangan untuk menurunkan alat peraga ada pada Satpol PP atas permintaan KPU.

“Seandanya ada wewenang panwas, saya sudah suruh PPL mencabut. Tapi kalau itu (menurunkan alat peraga) kami lakukan kami bisa dipidana. Itu kesalahan kalau dibilang panwas yang cabut-cabut baliho, kalau wewenang itu ada lamami kami lakukan,” ucapnya.

Ia menyebutkan, sampai saat ini dua paslon yang alat peraganya masih banyak terpasang adalah paslon noimor urut satu, Abdul Rahman Assegaf-Kamrussamad (HarapanKu) dan paslon nomor urut empat, Syamsuddin Hamid-Sahban Sammana (Sahabat Sejati).

Sementara temuan panwas untuk mobil branding, pasangan Sahabat Sejati mendominasi temuan dengan 32 mobil dan HarapanKU hanya 3 mobil. “Kami sudah mengirim plat nomor mobil branding ke Polres, kami minta agar mereka ditilang,” pungkasnya.


div>