SENIN , 19 NOVEMBER 2018

Tak Bayar Pajak, Kendaraan Masuk Kategori Bodong

Reporter:

Sugihartono

Editor:

Iskanto

Kamis , 25 Oktober 2018 16:45
Tak Bayar Pajak, Kendaraan Masuk Kategori Bodong

Ilustrasi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Para pemilik kendaraan yang membiarkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) nya mati atau tak membayar pajak selama dua tahun atau lebih. Maka kendaraanya akan disebut bodong.

Hal itu dikarenakan Polri akan menghapus nomor STNK dari daftar registrasi dan identifikasi (Regident) kendaraan bermotor (ranmor).

Menurut Dirlantas Polda Sulsel, Kombes Pol Agus Wijayanto aturan tersebut telah memiliki dasar hukum yang jelas yakni ketentuan Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009. ”Sudah ada dasar hukum nya,” ujar Agus, Kamis (25/10).

Terkait kapan penerapan aturan tersebut, Agus menyatakan jika hal tersebut masih perlu disosialisasikan di masyarakat. ”Belum, pemberlakuan pasti akan dahului sosialisasi,” terangnya.

Menanggapi hal itu, Pengamat Hukum Universitas Muslim Indonesia, Prof Hambali menyayangkan adanya aturan tersebut. Menurutnya peraturan tersebut harus didiskusikan terlebih dahulu. Ia menilai aturan tersebut seperti memaksa dan telah menghilangkan hak kepemilikan yang dibuktikan dengan surat Bukti Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB).

”Seharusnya aturan tersebut harus didiskusikan terlebih dahulu, tidak langsung memaksa begitu, karena hal tersebut sama saja telah menghilangkan hak kepemilikan,” ujarnya saat di konfirmasi.

Ia menambahkan, seharusnya pemilik kendaraan yang mengalami penunggakan pembayaran pajak diberikan sanksi denda. Bukannya menghilangkan hak kepemilikan kendaraan.

”Maunya dikasi tinggi di denda pajaknya saja, bukan malah mencabut hak kepimilikan kendaraan,” tutup Hambali. (*)


div>