SABTU , 15 DESEMBER 2018

Tak Beroperasi, Dewan Soroti PKL Center Karebosi 

Reporter:

Editor:

Iskanto

Jumat , 21 September 2018 08:20
Tak Beroperasi, Dewan Soroti PKL Center Karebosi 

PKL Center Karebosi. Foto: Andri/RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kawasan Pedagang Kaki Lima (PKL) Center Kanre Rong ri Karebosi yang resmi diluncurkan di Jalan Kartini oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar tepat pada momentum di Hari Proklamasi Kemerdekaan 17-an dianggap belum maksimal. Pasalnya, semenjak di launching, hingga saat ini PKL Center belum ada pedagang yang berjualan.

Menurut Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar HM Yunus, pembangunan kawasan PKL Center merupakan program yang juga tidak memiliki perencanaan matang. Terbukti pasca selesai diluncurkan belum ada satupun pedagang-pedagang masuk mengisi booth-booth untuk berjualan.

Sehingga program inovasi dari Wali kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto terkesan hanyalah program boros atau membuang-buang anggaran. Karena kawasan itu sampai sekarang belum juga difungsikan dan beroperasi.

“Inilah merupakan perencanaan yang tidak matang dan hanya terkesan membuang-buang anggaran saja. PKL Center di karebosi macet lagi kan, karena belum ada pedagang masuk,” kata HM Yunus, Kamis (20/9).

Sebenarnya kata Yunus, kawasan PKL Center sudah bisa mulai dioperasikan. Cuman Pemerintah Kota Makassar melalui Satuan Kerja Perangkat Kerja Daerah (SKPD) tidak tegas dan memiliki banyak kepentingan dalamnya.

Menjadi kekhawatiran, jangan sampai program kawasan PKL Center terbengkalai dan rusak sebelum difungsikan dan mengingat musim kemarau digantikan pada musim hujan yang mempengaruhi kualitasi ketahanan booth- booth.

“Kalau saya bilang ini bisa terbengkalai apalagi sudah mau mendekati musim hujan. Dan disayangkan apabila rusak sebelum dioperasikan. Sebebarnya pedagang ini menunggu saja ketegasan dari pemerintah kota, tapi pemerintah kota tidak mampu dan punya kepentingan-kepentingan jadinya PKL Center mandek dan jalan ditempat,” tandasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Kota Makassar Irwan Djafar mengatakan pemerintah kota terlalu terburu – buru ingin meluncurkan kawasan PKL Center Kanre Rong ri Karebosi tanpa melihat kesiapan dari pembangunannya.

Karena mengghabiskan anggaran cukup banyak dalam pembuatan kawasan PKL Center, tentu pemerintah kota harus membuktikan dan memberikan hasil nyata yang berdampak langsung kepada masyarakat dan Makassar.

“Program itu terkasan dipaksakan. Masih ada bagian-bagian mesti diselesaikan namun tidak dipertimbangkan karena ingin cepat diluncurkan. Padahal keseluruhannya belum siap dioperasikan. Jadi ini terlalu dipaksakan,” pungkasnya. (*)


div>