SABTU , 15 DESEMBER 2018

Tak Boleh Sembarang Dokter Gigi, Pahami Proses Pasang Behel

Reporter:

Editor:

Nunu

Selasa , 19 Juni 2018 14:00
Tak Boleh Sembarang Dokter Gigi, Pahami Proses Pasang Behel

int

RAKYATSULSEL.COM — Tren memasang kawat gigi atau behel masih diminati hingga saat ini. Sebab masyarakat ingin susunan giginya bagus ketika tersenyum. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang salah memilih ahlinya saat memasang kawat gigi.

Masyarakat menganggap semua dokter gigi pasti bisa memasang behel dengan sempurna. Padahal tidak demikian. Masyarakat dianjurkan untuk pasang behel agar pergi ke Orthodontist.

Orthodontist adalah profesi yang memberikan perawatan pada maloklusi, mulai dari yang ringan sampai dengan yang berat. Perawatan yang umum dilakukan oleh seorang orthodontist adalah membuat susunan gigi menjadi rata.

“Ada permasalahan gigi berantakan? Datang konsultasinya ke orto. Permasalahan orto harus lebih spesifik,” kata Dokter Gigi dan Dosen Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Indonesia drg. Nada Ismah, Sp.Ort baru-baru ini.

Maka, Nada mengusulkan agar masyarakat harus pandai memilih ke mana meminta pertolongan saat ingin membuat susunan gigi lebih baik. Sehingga hasilnya bisa lebih optimal.

Tahapan Aplikasi Behel

Nada menjelaskan ada beberapa rangkaian sebelum mengaplikasikan pemasangan behel pada pasien. Pertama, pasien tentunya harus datang ke dokter spesialis orto.

Pertama, pasti dokter akan memberikan konsultasi terlebih dulu. “Bukan ayo gigi dicetak ayo bayar. Pasti akan saya ceritakan panjang lebarnya. Kenapa harus dilakukan. Apa yang diinginkan pasien,” tegasnya.

Kedua, dokter menjelaskan tentang mekanismenya. Bahwa membenahi struktur gigi bukan sulap sihir.

“Menjelaskan masalah biaya. Apakah harus dikerjakan? Jangan hanya cari lebih murah ah dikerjakan dokter gigi umum enggak apa-apa, itu yang harus diedukasi ke masyarakat,” jelasnya.

Ketiga, prosedur selanjutnya. Gigi dirontgen, kemudian behel dicetak . Ada tahapan 2-3 minggu prosedur perawatan sampai pasang.

Keempat, perawatan harus diikuti plus minus 2 tahun. Tergantung kasus giginya berat atau tidak.(JPC)


div>