RABU , 17 OKTOBER 2018

Tak Dapat Undangan C6, Bisa Pakai e-KTP

Reporter:

Suryadi - Fahrullah - Iskanto - Jejeth

Editor:

asharabdullah

Selasa , 26 Juni 2018 13:00
Tak Dapat Undangan C6, Bisa Pakai e-KTP

Dok. RakyatSulsel

– 3.011.494 Lembar Disebar di 24 Kabupaten/Kota
– KPU Pastikan Distribusi Rampung Hari Ini

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel memastikan, distribusi undangan memilih atau lembar C6, rampung hari ini, Selasa (26/6). Bagi warga yang belum mendapatkan lembar C6, tak perlu khawatir. Mereka bisa menggunakan e-KTP atau Surat Keterangan (Suket), untuk menyalurkan hak pilihnya.

Komisioner Bidang SDM KPU Sulsel, Faisal Amir, mengatakan, warga yang belum mendapatkan C6 dan belum terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT), masih mempunyai hak untuk menyalurkan hak pilih/suara di bilik TPS. Solusinya, cukup membawakan e-KTP atau surat keterangan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), untuk diperlihatkan kepada petugas di TPS setempat.

“Biar tak dapat undangan C6, bisa memilih. Cukup bawa e-KTP atau Suket. Selagi punya nama terdaftar di kabupaten kota,” jelas Faisal, Senin (25/6) kemarin.

Kendati demikian, kata Faisal, warga yang belum terdaftar atau belum menerima undangan C6, harus menunggu hingga pukul 12.00 siang, atau setelah warga yang mendapat undangan C6 menyalurkan hak pilih.

Staf Bidang Logistik KPU Sulsel, Herjanta Sarra, menambahkan, pihaknya sudah mendistribusikan C6 kepada KPU kabupaten/kota, untuk diteruskan kepada KPPS dan PKK. Sesuai laporan, pihak KPPS dan PKK akan menyelesaikan tugas membagikan C6 di 24 kabupaten kota, hari ini, Selasa (26/6).

Saat ditanya berapa total jumlah C6 yang didistribusikan untuk Pilgub Sulsel, Herjanta menyebutkan, 3.011.494 lembar.

Pencetakan C6 telah disesuaikan dengan Sistem Informasi Data Pemilih (Sidali), yang diterapkan KPU Sulsel dan connect dengan KPU kabupaten/kota.

“Jumlah C6 sebanyak 3.011.494 lembar, ini sesuai sistem informasi data pemilih,” ungkapnya.
Kaitan dengan antisipasi KPU dan Panwas untuk mencegah penyalahgunaan C6, ia menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan PPK dan KPPS. “Tentu semua berkesinambungan,” lanjutnya.

Ditambahkan, pihaknya juga telah menyesuaikan logistik berupa C6 dan surat suara sesuai DPT Sulsel, yang totalnya sebanyak 6.022.987. Sedangkan kertas surat suara cadangan sebanyak 157.142, untuk mengantisipasi pemilih tambahan saat pencoblosan. Sehingga, jumlah total kebutuhan sebanyak 6.180.129.

Sementara, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel, Laode Arumahi, mengatakan, dalam mengawal kegiatan-kegiatan jelang pencoblosan, pihaknya terus melakukan monitoring dan pengawasan. Masyarakat juga turut berperan aktif dalam melakukan pengawasan.

“Kami di Bawaslu itu ada namanya patroli pengawasan, melibatkan jajaran panwas kemudian melibatkan masyarakat. Kami juga libatkan tim paslon. Selain itu, mobile ada yang terbuka dan tertutup,” kata Arumahi.

Terpisah, Juru Bicara Ichsan Yasin Limpo – Andi Mudzakkar (IYL-Cakka), Henny Handayani, mengatakan, tim IYL – Cakka akan turut berperan dalam melakukan pengawasan terhadap tindakan-tindakan yang menciderai sistem demokrasi ini. Tim telah diberikan pemahaman untuk merekam setiap ada kejanggalan yang ditemukan. Jangan sampai momentum waktu tenang ini dimanfaatkan untuk melakukan kecurangan.

“Kami mengimbau kepada segenap relawan untuk aktif melakukan pengawasan hingga hari pencoblosan. Jika menemukan upaya kecurangan, segera didokumentasikan dan dilaporkan ke panwas,” imbaunya.

Tim Nurdin Abdullah – Andi Sudirman Sulaiman (NA – ASS) juga telah memerintahkan seluruh relawannya, baik itu tingkat TPS, kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten kota, agar tidak ada yang melakukan kecurangan jelang hari H pencoblosan. Yang paling rawan, menurut Juru Bicara NA – ASS, Haeruddin Nurman, adalah pembelian C6 dan itu bisa mengurasi partisipasi memilih.

“Kami menginginkan partisipasi pemilih itu tinggi. Jangan sampai, ada yang melakukan itu (pembelian C6),” kata Elu, sapaan Haeruddin Nurman.

Berpacu Sebar Undangan

Dua hari jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan Pemilihan Gubernur (Pilgub) di Sulsel, KPU tengah sibuk melakukan pendistribusian undangan pemilih atau formulir C6 ke seluruh warga. Namun memang, dalam pendistribusiannya, KPU juga mengalami sedikit hambatan.

Hal itulah yang juga dialami KPU Palopo, yang telah berhasil merampungkan pendistribusian formulir C6. Ketua KPU Palopo, Haedar Djiddar, mengungkapkan, kendala yang dihadapi adalah masalah formulir C6 yang kondisinya kurang baik, sehingga harus diganti dengan yang baru.

“Kami sudah menyampaikan kepada masyarakat. Inikan masih ada kendala-kendala, seperti kayak ada yang buram. Kemudian ada yang robek. Itu kami sudah gantikan,” kata Haedar, Senin (25/6) kemarin.

Meskipun menemui kendala, Haedar mengaku, KPU Palopo telah merampungkan pendistribusian formulir C6 jelang pemilihan. “Kalau kami, rampung semua tadi malam. Sudah kami ganti sesuai dengan catatan yang ada. Sudah rampung kalau KPU Palopo,” ungkapnya.

Hal yang sama juga dilakukan KPU Bantaeng. Distribusi Surat Pemberitahuan Pemungutan Suara Kepada Pemilih (C6) kepada warga yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), telah dilakukan. Komisioner KPU Bantaeng, Hamzar, mengungkapkan, pendistribusian C6 telah selesai sejak Minggu (24/6) lalu. Namun untuk memastikan kembali, dirinya akan memonitor apakah betul sudah terdistribusi atau belum seluruhnya.

“Semua C6 telah kami distribusikan ke Desa dan Kelurahan. Kami target kemarin itu harus sudah selesai dan selanjutnya akan kami monitoring kembali ke PPS,” ujarnya.

Untuk menjaga kelancaran pilkada, Hamzar mengingatkan agar C6 tidak disalahgunakan, baik itu oleh penyelenggara maupun oleh pemilih. Hamzar percaya, semua penyelenggara akan melaksanakan arahan dan instruksi KPU agar proses tahapan pilkada dilaksanakan sesuai ketentuan.

“Apabila ada oknum penyelenggara yang melakukan penyalahgunaan C6, akan diberikan sanksi sesuai ketentuan, baik secara administratif maupun pidana. Demikian pula, jika ada pemilih yang menyalahgunakan C6 tersebut, ada ketentuan pidananya,” tegasnya.

Sementara, melalui salah satu komisionernya, KPU Jeneponto telah mendistribusikan C6 sebesar 70 persen. “Alhamdulillah sudah 70 persen, tinggal empat kecamatan dari sebelas kecamatan yang ada di Jeneponto, Dan Insya Allah, kami segera rampungkan,” kata Syamsuddin.

Ketua Panwaslu Jeneponto, Saeful, juga telah menginstruksikan kepada jajaran pengawas TPS dan PPL, untuk mengawasi secara ketat distribusi C6. Termasuk tidak menitipkan C6 ke orang lain.

“Kami berharap, ini menutup ruang penyalahgunaan C6. Kemudian ketika di TPS, kami akan tetap meminta pemilih untuk membawa C6 dan KTP atau Suket. Apabila KTP-nya hilang, maka dapat digantikan dengan KK, SIM atau Paspor, agar hak suaranya tidak hilang,” jelasnya. (*)


div>