KAMIS , 20 SEPTEMBER 2018

Tak Gengsi Berjualan di Saat Senggang, AA Hamka Edukasi Anak Jadi Wirausahawan

Reporter:

Editor:

Niar

Senin , 21 Mei 2018 12:42
Tak Gengsi Berjualan di Saat Senggang, AA Hamka Edukasi Anak Jadi Wirausahawan

int

PAREPARE, RAKSUL.COM- Amarung Agung Hamka patut menjadi inspirasi bagi orangtua moderen. Meski berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan jabatan Kepala Bagian Humas dan Protokoler Setdako Parepare, namun Amarun Agung (AA) Hamka tak gengsi berjualan di saat senggang.

Pria berkulit putih ini memanfaatkan waktu liburan dengan mengajak anak-anak dan istri duduk di depan rumah, sembari AA Hamka telaten meladeni pengunjung dengan aneka jajanan ‘Smartfood’ yang berlokasi di Bau Massepe, Kota Parepare.

Bersama istri Ananda Febriani G Usbal, AA Hamka memberikan edukasi entrepreneurship atau wirusahawan kepada tiga orang anaknya. Menurutnya, sukses itu tak harus sebagai ASN, namun melalui entrepreneurship juga, sembari memberi kesempatan kerja bagi orang lain.

Jiwa wirausahan yang dimiliki AA Hamka merupakan “warisan” dari Kakeknya, H Kamaluddin, seorang pedagang beras sukses di era 1950-an di Parepare.

“Dari dulu Pak Hamka memiliki jiwa kewirausahan. Kakeknya yang tinggal di Cappa Ujung adalah seorang pedagang beras di era tahun 1950-an,” ujar Ananda Febriani G Usbal, Istri AA Hamka.

Sejak pindah ke Kota Parepare, 10 tahun lalu AA Hamka telah membuka usaha ‘Smartnet’, usaha warnet untuk memberikan tempat bagi kawula muda yang suka nongkrong di sekitaran Jalan Usman Isa. Hal ini kata dia, untuk mengantisipasi pemuda untuk berbuat yang tidak diinginkan.

“Jadi harapan buka Smartnet waktu itu, agar pemuda tidak lagi nongkrong di luar namun nongkrong di dalam warnet sehingga tidak mengganggu masyarakat yang melintas di Jalan Usman Isa,” ujarnya.

Cita-cita mulia kembali menjadi harapan Hamka berjualan Smartfood untuk memancing kreatifitas masyarakat. “Ini hanya contoh bahwa banyak usaha yang bisa dikembangkan di Kota Parepare,” katanya.

Lanjutnya, dengan usaha ini, selain sebagai ajang edukasi bagi anak-anak, juga sebagai usaha untuk mempererat hubungan antar keluarga.

“Semua keluarga terlibat. Ini juga untuk memberikan pendidikan bagi anak, bahwa mencari rejeki perlu dijemput. Kalau masalah gengsi, tidak pernah gengsi itu suamiku mau kerja apa saja,” puji Istri Hamka yang juga Kepala Sub Bagian Rumah Tangga Setdako Parepare. (*)


div>