MINGGU , 21 OKTOBER 2018

Tak Hanya Tak Netral, Terungkap Riwayat Megawati yang Iming-imingi K2 Lolos Hingga Bertransaksi Catut Nama TP

Reporter:

Editor:

Ridwan Lallo

Rabu , 20 Juni 2018 12:45
Tak Hanya Tak Netral, Terungkap Riwayat Megawati yang Iming-imingi K2 Lolos Hingga Bertransaksi Catut Nama TP

int

PAREPARE, RAKSUL.COM- Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Megawati yang terancam sanksi akibat ketidaknetralannya di Pilkada dengan berpose bersama pasangan calon Faisal Andi Sapada-Asriadi Samad (FAS) ternyata punya riwayat mengejutkan di institusinya.

Dari berbagai sumber menyebutkan Megawati yang kini menjabat Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parepare, sebelumnya Kepala UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Ujung, banyak melakukan aktivitas mencatut nama Wali Kota Parepare, Taufan Pawe (TP), hingga akhirnya ditegur keras oleh TP.

Yang terungkap, Megawati pernah “bermain” untuk CPNS K2 (kategori dua), hingga bertransaksi ke sejumlah sekolah dengan berjualan atribut serta perlengkapan sekolah dan ASN.

El, oknum CPNS K2 di salah satu sekolah dasar negeri (SDN) di Parepare, mengaku pernah diiming-imingi lolos CPNS oleh Megawati. Namun El diminta menyetor uang hingga Rp50 juta untuk memuluskan kelolosannya.

“Waktu itu Ibu Mega datang ke sekolah, bilang siapa-siapa K2 di sini, daftar namanya. Lalu saya dimintai uang Rp50 juta. Bahkan kepala sekolah ikut mendukung, katanya setor saja, aman ji itu, karena kakaknya ji bapak ini (Taufan Pawe, red),” beber El yang dihubungi, Rabu, 20 Juni 2018.

Namun El tidak menyanggupi untuk menyetor uang yang diminta, akhirnya dia pasrah saja. Tidak itu saja, El juga mengungkapkan, Megawati sering datang ke sekolah menawarkan sejumlah atribut perlengkapan sekolah dan ASN.

“Terkesan memaksa, mau tidak mau harus diambil. Karena nama langsung dicatat. Banyak yang dijual, seperti lambang-lambang dan atribut untuk pegawai,” ungkap El.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parepare, Arifuddin Idris membenarkan banyak menerima laporan dari sejumlah sekolah terkait aktivitas Megawati itu.

“Kami banyak terima laporan dari sekolah, kami juga sudah menegur yang bersangkutan, tapi tetap saja dilakukan,” kata Arifuddin.

Soal Megawati diperiksa Panwaslu akibat ketidaknetralannya, Arifuddin mengaku, sudah menerima informasi. Hanya saja dia menyerahkan sepenuhnya kepada Panwaslu untuk penanganannya.

“Kalau memang sudah diperiksa Panwaslu kami serahkan sepenuhnya untuk penanganannya. Kami menunggu rekomendasinya saja,” tegas Arifuddin.

Megawati sebelumnya sudah diperiksa Panwascam Bacukiki Barat, karena gambar dan beritanya yang tersebar di media online terang-terangan mendukung paslon FAS. 

Ketua Panwascam Bacukiki Barat, Kardini mengaku, dalam waktu dekat segera memplenokan hasil pemeriksaannya lalu membawanya ke Komisi ASN.

“Komisi ASN lah nanti yang kemudian menentukan sanksi apa yang akan dijatuhkan kepada yang bersangkutan,” kata Kardini. (*)


div>