SABTU , 22 SEPTEMBER 2018

Tak Ikut Mekanisme Penjaringan, Rekomendasi PAN ke Appi-Cicu Ibarat “Perahu Kosong”

Reporter:

Muhammad Alief

Editor:

Lukman

Sabtu , 16 Desember 2017 06:00
Tak Ikut Mekanisme Penjaringan, Rekomendasi PAN ke Appi-Cicu Ibarat “Perahu Kosong”

Pengurus PAN Sulsel saat memberikan rekomendasi kepada ke pasangan Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) di Pilwalkot Makassar.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Rekomendasi Partai Amanat Nasional (PAN) ke pasangan Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) di Pilwalkot Makassar dinilai adalah “kendaraan kosong”.

Hal ini lantaran sejumlah kader PAN tetap keukuh mendukung pasangan Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (Danny-Indira).

Wakil Ketua DPW PAN Sulsel, Ahmad Pasima mengungkapkan, hingga kini ia dan sejumlah kader PAN lainnya belum menerima keputusan DPP PAN yang merekomendasikan Appi mengendarai partai berlambang matahari terbit itu.

Pasalnya menurut dia, CEO PSM tersebut sama sekali tidak mengikuti proses penjaringan bakal calon yang dilakukan DPD dan DPW PAN.

“Appi itu direkomendasikan tidak melalui mekanisme, Appi tidak pernah mendaftar sebagai kandidat usungan di Pilwalkot. Ia diusung melalui cara-cara instan setelah berhasil membujuk dan mempengaruhi DPP atas bantuan elite Sulsel di pusat. Ini permainan kelas atas,” kata Ahmad Pasima kepada Wartawan, Jumat (15/12).

Rekomendasi PAN, lanjut dia, hanya sebatas formalitas saja. Simbol bahwa Appi-Cicu mengendarai PAN, namun penumpang dalam hal ini anggota dan kader-kader PAN tidak ikut dalam rekomendasi itu

“Jadi bisa dibilang Appi-Cicu itu mengendarai perahu kosong, sama halnya di Pilgub Sulsel,” katanya.

Ia juga menegaskan hanya akan berjuang memenangkan pasangan DIAmi, “Komitmen kami hanya ingin memenangkan DIAmi, kerja-kerja politk kader, anggota dan partisipatisan PAN hanya untuk DIAmi, meski partai merekomendasikan pasangan lain,” katanya.

Meski demikian, dia mengaku bahwa pihaknya tidak akan mengambil langkah yang bisa menciderai partai. Dikatakannya, PAN adalah partai dengan tagline ‘politik tanpa gaduh’. Sehingga, sekalipun ada polemik akan diselesaikan dengan wait and see.

“Kita kita harga keputusan DPP, meski ini sangat pedis bagi kami. Kami menghindari politik gaduh, Kalau ada sanksi tidak jadi masalah, DPP juga akan mengerti bahwa DIAmi adalah kandidat yang layak untuk diperjuangkan atas kerja-kerjanya membangun Makassar,” tandasnya. (*)


div>