SENIN , 20 AGUSTUS 2018

Tak Mampu Bayar Ambulan, Jenazah Bocah di Sinjai Terpaksa Dibonceng Motor

Reporter:

Editor:

Azis Kuba

Kamis , 24 September 2015 22:39

SINJAI,RAKYATSULSEL.COM – Miris, lantaran keluarga tak mampu membayar ongkos Ambulance Rp 800 ribu, jenazah siswa salah satu Sekolah Dasar (SD), Masra Nurhidayah (7) akhirnya dibonceng pakai sepede motor dari Puskesmas Lappadata, Samaenre, Sinjai Tengah ke rumah duka di dusun Bonto, desa Mattunre Tellue.

Masra dilarikan ke Puskesmas Lappadata pada Kamis (24/9/15) pagi akibat penyakit tidak bisa buang air besar. Sekira dua jam mendapat perawatan di Puskesmas itu, hingga nyawa anak dari Ridwan tak tertolong.

Saat hendak dibawa pulang, pihak Puskesmas mengizinkan menggunakan ambulance yang terparkir asalkan membayar Rp 800 ribu. Namun Ridwan sama sekali tidak punya uang sebanyak itu, karena keterbatasan ekonomi.

“Iye dibonceng kasian pulang anakku sama Sekdesku karena tidak ada biaya untuk bayar ambulance Rp 800 ribu,” ujarnya

Jenazah bocah ini dibonceng oleh oleh Sekretaris Desa Mattunre Tellue, Ambo Enre.

Anggota DPRD Sinjai Fraksi Gerindra, Saleng membenarkan kejadian itu. Dari keterangan keluarga almarhum, kata Saleng, alasan pihak puskesmas menyebutkan ambulans itu peruntukannya bukan untuk mayat. “Karena kesal dengan jawaban pihak Puskesmas, sekretaris desa membonceng mayat tersebut ke rumah Duka,” ungkapnya

Dia juga mengaku sangat menyayangkan peristiwa itu, “Kami akan memanggil Kepala Puskesmas Lappadata ke DPRD Sinjai untuk menjelaskan persoalan ini. Yang pasti kami akan panggil kepala puskesmas di sana, secepatnya kami akan sikapi, ” janjinya

Sementara Kepala Puskesmas Lappadata, Sinjai Tengah, Suherlan, hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi.


div>