RABU , 17 OKTOBER 2018

Tak Mau Jadi Sasaran, Driver Go-Jek Berkumpul di Patung Pemuda Membangun

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Selasa , 22 Maret 2016 13:42
Tak Mau Jadi Sasaran, Driver Go-Jek Berkumpul di Patung Pemuda Membangun

Go-Jek (ilustrasi)

JAKARTA,RAKYATSULSEL.COM – Sekitar 6.000 pengemudi angkutan umum di DKI Jakarta melakukan aksi unjuk rasa hari ini, (22/3). Sebagian besar terdiri dari taksi konvensional ditambah pengemudi mikrolet, kopamilet, Koperasi Wahana Kalpika (KWK), dan Bajajā€Ž.

Mereka menyangsikan keberadaan Taxi Uber dan Grab Taxi yang menyediakan jasa angkutan berbasis online dan tidak tidak berizin. Demo pun berujung pada penghentian sejumlah driver layanan jasa transportasi online roda dua, Go-Jek.

Dari informasi yang didapat JawaPos.com, sejumlah driver Go-Jek dihentikan di persimpangan lampu merah Pancoran, depan Plaza FX, kawasan Sudirman, dan kawasan Dukuh Atas.

Dari video yang diperlihatlan para driver kepada JawaPos.com, sejumlah sopir taksi melempar helm berwarna hijau yang biasa dipakai Go-Jek.

Karena itu, di Patung Pemuda Membangun, Bundaran Senayan, sejumlah driver Go-Jek berkumpul. Mereka diingatkan untuk tidak melewati kawasan tempat demo para sopir angkutan umum konvensional berlangsung.

“Di sini kami ingatkan ke rekan-rekan untuk menghindari tempat unjuk rasa agar tidak terjadi bentrok,” ujar driver Go-Jek bernama Andri kepada JawaPos.com.Mereka juga diingatkan untuk tidak membalas aksi yang dilakukan para sopir taksi maupun angkutan umum konvensional. “Kita ingatkan untuk tidak membalas. Kalau keduanya panas, berantakan semua,” tegasnya.

Sejauh ini, jalan di sekitar Senayan macet lantaran sejumlah supir taksi dan jasa transportasi online konvensional tengah berunjuk rasa di depan Gedung MPR,DPR, dan DPD. (dna/JPG)


Tag
div>