SABTU , 17 NOVEMBER 2018

Tak Netral di Pileg, DPRD Bantaeng – Jeneponto Minta Bawaslu Sulsel Awasi NA

Reporter:

Jejeth Aprianto

Editor:

Iskanto

Selasa , 06 November 2018 07:46
Tak Netral di Pileg, DPRD Bantaeng – Jeneponto Minta Bawaslu Sulsel Awasi NA

Nurdin Abdullah. (ist)

BANTAENG, RAKYATSULSEL.COM – Gubenur Sulsel, Nurdin Abdullah melakukan road show di sejumlah posko pemenangannya di Jeneponto, Kamis (1/11) kemarin.

Dalam pertemuan itu, dia juga membawa anaknya, Fathul Fauzi Nurdin yang juga merupakan Caleg nomor urut 1 dari Partai PSI Dapil Sulsel IV (Jeneponto, Bantaeng, Selayar).

Beberapa waktu yang lalu, Nurdin Abdullah juga mengajak anaknya dalam kunjungannya di Kabupaten Bantaeng.

Sikap Nurdin Abdullah ini memantik respons dari PB Himpunan Pelajar Mahasiswa Bantaeng (HPMB).

Mereka menilai, upaya yang dilakukan oleh Nurdin Abdullah itu adalah sosialisasi untuk Fathul Fauzi Nurdin.

“Ini adalah bentuk sosialisasi caleg. Ini jelas melanggar, karena Nurdin Abdullah adalah Gubernur yang juga pejabat negara. Bawaslu harus menindaki ini,” jelas ketua HPMB, Ardiansyah, Senin (5/11).

Dia mengatakan, sikap Nurdin Abdullah ini juga sekaligus memalukan pemuda Bantaeng. Bagi dia, sebagai kepala daerah yang tumbuh dari Bantaeng, Nurdin Abdullah harusnya bersikap netral di Pileg 2019.

“Ini memalukan untuk Nurdin Abdullah dan Fathul Fauzi Nurdin. Menggunakan perangkat negara untuk kepentingan politik,” ucapnya.

Dia meminta kepada Bawaslu Sulsel untuk memproses kampanye yang mereka sebut dengan istilah kampanye terselubung ini.

Menurut Ardiansyah, HPMB meminta kepada Bawaslu untuk menindak tegas pelanggaran itu. Apalagi, sejumlah pejabat negara juga hadir dalam pertemuan itu.

“Bawaslu harus menindak tegas ini. Jangan tebang pilih. Fathul Fauzi Nurdin harus didiskualifikasi,” katanya.

Legislator Jeneponto dari Fraksi Gerindra, Andi Baso Sugiarto meminta Bawaslu Sulsel untuk mengawasi sikap Nurdin Abdullah yang diduga mensosialisasikan anaknya yang ikut bertarung pada Pileg 2019.
“Harusnya Bawaslu harus mengawasi sikap kepala daerah yang anaknya bertarung dalam Pileg. Saya melihat ini ada keberpihakan Gubernur Sulsel. Kami meminta eksekutif harus netral, saya melihat kepentingan dalam setiap kunjungan di dapil IV ini,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Bantaeng, Abdul Rahman Tompo juga meminta Bawaslu Sulsel meminta Bawaslu Sulsel agar mengawasi lebih ketat Gubernur Sulsel.

” Fungsi kepengawasan itu tugasnya Bawaslu, saya tidak bisa masuk diwilayah seperti itu. Jadi itu tugas Bawaslu Sulsel untuk mengawasi, ” pungkasnya. (*)


div>