SENIN , 22 OKTOBER 2018

Tak Pede, Kader Golkar Jadi Ban Serep

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Rabu , 06 September 2017 09:58
Tak Pede, Kader Golkar Jadi Ban Serep

karikatur. (doc.RakyatSulsel)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Usai rapat pleno penetapan calon usungan partai Golkar di Pilkada serentak 2018, Partai Golkar belum menetapkan calon di empat daerah dari 12 daerah di Sulsel yang akan menggelar pilkada serentak. Keempat daerah tersebut yakni Kota Makassar, Kabupaten Bantaeng, Luwu dan Wajo.

Alasannya, para bakal calon usungan Golkar diberikan kesempatan untuk melakukan sosialisasi. Sementara empat daerah lain yakni, Kabupaten Pinrang, Sidrap, Sinjai dan Kota Palopo, kader Golkar hanya menjadi “ban serep” alias menjadi wakil dari calon usungan eksternal Partai Golkar.

Pakar Politik UIN Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad, menyatakan, Golkar sebagai partai besar seharusnya jauh hari menyiapkan kader serta strategi dan kesiapan untuk menentukan jagoan, tanpa melakukan penundaan di beberapa daerah.

“Ini mengidentifikasi jika Golkar belum siap menghadapi pilkada serentak. Bahkan bisa ditafsirkan tak percaya diri (PeDe),” ujarnya, Selasa (5/9) malam.

Firdaus berpendapat, Golkar kalau percaya diri, pastinya serentak mengusung juga kader internal lebih banyak ketimbang figur eksternal. Jika sebaliknya, maka Golkar akan dianggap enteng oleh partai lain.

Selain itu, lanjut dia, salah satu dampaknya adalah membuat kader internal akan pesimis, sehingga tidak ada semangat untuk berpartisipasi di agenda partai. “Kalau pleno, harus serentak supaya terlihat kesiapan partai. Apalagi spirit untuk kader,” tuturnya.

Ia menambahkan, Golkar saat ini belum mengusung di beberapa daerah. Itu menandakan partai berlambang pohon beringin ini sedang bingung alias galau menentukan pilihan. Menurutnya, pilihan menjadi salah satu faktor membuat partai bingung dalam memilih. Apalagi jika dua atau lebih figur yang maju.


div>