SENIN , 19 FEBRUARI 2018

Tak Pernah Absen Jadi Pengaman Shalat Tarwih

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Senin , 12 Juni 2017 21:33
Tak Pernah Absen Jadi Pengaman Shalat Tarwih

int

TOLERANSI adalah suatu sikap saling menghormati dan menghargai antar kelompok atau antarindividu dalam masyarakat atau dalam lingkup lainnya.

Sikap toleransi menghindarkan terjadinya diskriminasi sekalipun banyak terdapat kelompok atau golongan yang berbeda dalam suatu kelompok masyarakat. Hal itu dipegang teguh oleh Aiptu Anthon Simbong (53), yang kesehariannya merupakan salah satu anggota Satuan Sabhara Polrestabes Makassar.

Selain meluangkan waktunya bersama keluarga, Anthon hampir tiap hari mengemban amanah sebagai anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan melindungi masyarakat dari gangguan Keamanan dan Ketertiban (Kamtibmas).

Kala itu, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Endi Sutendi mengeluarkan surat perintah untuk melakukan penjagaan di setiap masjid atau di tempat rawan terjadinya kamtibmas.

Disurat itu, Endi menetapkan 3 personel di satu titik yang disediakan. Aiptu Anthon Simbong mendapatkan tempat tugas pengamanan shalat tarwih di Masjid Raya, Jalan Masjid Raya, Makassar. Ia pun menjalankan tugasnya secara ikhlas, serta menjalankan tanggung jawabnya sebagai anggota kepolisian.

Malam itu, lelaki yang akrab disapa Simbong itu menjalankan tugasnya sebagai pengaman salat tarwih di Masjid Raya. Dimana, ia ditemani oleh dua rekan tugasnya, yakni Bripka Andri dan Aipda Mustafa anggota Sat Sabhara Obvit Polrestabes Makassar.

“Sesuai surat perintah Kapolrestabes Makassar, bahwa ini suatu wujud bahwa saya masih di percayakan oleh beliau untuk melakukan penjagaan di Masjid Raya Makassar,” ucap Simbong saat ditemui disela-sela bertugas, Jumat (9/6).

[NEXT-RASUL]

Pria kelahiran 1964 Januari, selama di bulan suci Ramadan yang penuh berkah ini, ia tak pernah absen dalam menjalankan tugasnya. “Puji tuhan, selama berlangsungnya salat taraweh saya tidak pernah absen satu sama sekali. Karena itu merupakan tugas dan amanah,” kata Simbong.

Simbong tak merasa ada perbedaan keyakinan (agama) karena ia melihat semua adalah ciptaan Tuhan. Selain itu juga, disetiap ajaran masing-masing telah diajarkan pengetahuan tentang Toleransi dalam bermasyarakat.

“Ya, memang kita berbeda keyakinan tapi ini tugas untuk melindungi masyarakat dari gangguan Kamtibmas. Selain itu juga kan di ilmu pengetahuan tentang Agama diajarkan toleransi. Itulah saya pegang pada saat bertugas,” ujarnya.

Dia mengaku bahwa menjalankan tugas ini sangat ikhlas. “Ikhlas, dari hati nurani kok. Biar hujan tetap bertugas juga. Tetapi jangan lupa berdoa agar diberi kesehatan dan dilindungi dalam pengamanan PAM Taraweh,” bebernya.

Anak dari pasangan dari dua sejoli, alm Simon Pidun dan Maria Kalobong membuat dirinya pantang menyerah walau hujan turun mengguyur tubuhnya. Bahkan, sakit pun ia tetap bertugas. “Pernah saya sakit (demam) tapi selama masih bisa berjalan untuk menjalan tugas,” akunya.

Simbong merupakan anggota kepolisian tahun 1983. Ia bahkan tak merasa canggung jika bertemu dengan teman seangkatannya yang saat ini sudah mempunyai jabatan tinggi.

“Lihat salah satu temanku sudah ada yang berpangkat Komisaris Polisi (Kompol) dan berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi sekantor. Malah kami saling lempar candaan menghilangkan penat difikiran, masing-masing punya rezeki sendiri,” tambahnya.

[NEXT-RASUL]

Tak hanya berjaga di malam hari pada saat shalat taraweh. Panasnya terik matahari, Simbong melanjutkan tugasnya di siang hari untuk melakukan penjagaan di salah satu bank yang berada di Kota Makassar.

“Setelah beraktivitas di rumah pagi hari, lanjut bertugas melakukan penjagaan di Panin Bank. Lalu malam bertugas di Masjid Raya,” bebernya.

Sejak menduduki Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kristen Kandora, Kecamatan Mangkendek, Toraja Makale tahun 1978, Simbong bercita-cita ingin menjadi polisi. Setelah tamat menuntut ilmu di SMA Negeri 276 Makale, Tana Toraja tahun 1978.

Di tahun 1983 lulus tes di SPN Batua Makassar. Kemudian, dirinya mendapatkan amanah bertugas di Polres Ujung Pandang, yang saat ini berubah menjadi Polrestabes Makassar, pada tahun 1984.

Berselang waktu kemudian, Simbong menerima surat mutasi dan pindah bertugas di Polsek 3 Mariso, Jalan Dahalia, Makassar pada tahun 1983 sampai 1984. Setelah mendapatkan prestasi dalam menjalankan tugas, Simbong pun naik pangkat menjadi Serda dan mendapatkan tugas baru di Polsekta Makassar tahun 1985.

Kendati demikian, 11 bulan telah berlalu bertugas di Polsekta Makassar. Tahun 2004 lalu, Simbong mendapatkan kenaikan pangkat menjadi Aiptu kembali bertugas di Polrestabes Makassar, bagian unit reserse khusus.

[NEXT-RASUL]

Sangat dipercayai oleh pimpinannya, Simbong pun dipercaya melakukan penjagaan di Panin Bank, Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, tahun 2015.

Selama menjalankan tugas, Simbong yang merupakan anak petani Tana Toraja hanya tinggal bersama ibunya, Maria Kalobong. Karena sang ayah tercintanya lebih dulu meninggal. (D)


div>