JUMAT , 19 OKTOBER 2018

Tak Terima Dipecat, Komisioner KPU Palopo Melawan

Reporter:

Editor:

Lukman

Senin , 30 Juli 2018 14:03
Tak Terima Dipecat, Komisioner KPU Palopo Melawan

Komisioner KPU Palopo tak terima dipecat.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palopo memberi perlawanan setelah mendapat sanksi pemecatan dari Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Para komisioner yang dipecat meminta penjelasan DKPP mengenai detail pelanggaran yang dituduhkan kepada mereka. Mereka (komisoner) juga telah menyiapkan sejumlah bukti-bukti untuk melawan keputusan DKPP.

“Kami sedang berada di Jakarta untuk menghadap kepada KPU RI dan DKPP,” kata Ketua KPU Palopo, Haedar Djidar.

Pihaknya menilai keputusan tersebut tidak adil dan sangat merugikan tanpa melihat proses panjang yang mereka lalui.

Haedar menjelaskan, putusan DKPP yang memecat komisioner KPU Palopo karena tidak menjalankan rekomendasi Panwaslu untuk mendiskualifikasi Judas Amir.

“Namun sebelum kami ambil keputusan itu, kami (KPU Palopo) mendapatkan surat dari Dirjen Otonomi Daerah yang menganulir keputusan Panwaslu jika Judas Amir tidak melanggar,” jelas Haedar.

Menurut Haedar, keputusan DKPP terkesan ganjal sehingga akan kembali meminta meminta keadilan atas putusan DKPP itu. “Kami anggap ini tidak adil. Pradilan DKPP ini kan hanya menangani persoalan etik, sementara yang kami lakukan ini bukan persoalan etik yang kami langgar,” kata Haedar.

Sementara itu, Komisioner KPU Sulsel Bidang Hukum, Asram Jaya mengatakan akan membantu untuk mencari solusi. Salah satu upaya yang akan dilakukan kata dia, adalah mengawal komisioner untuk bertemu KPU RI.

“Jadi komisioner sudah di Jakarta, mereka akan di dampingi oleh Ketua KPU Sulsel untuk ketemu KPU RI,” ujanya, Minggu (29/7).

Dikatakan, setelah bertemu KPU RI kemudian akan melanjutkan bertemu pihak DKPP. Menurutnya, para komisioner akan menjelaskan pokok permasalahan serta meminta solusi karena istruksi DKPP sifatnya rekomendasi untuk KPU RI menindak lanjuti.

“Itu sebabnya ketemu dulu KPU RI baru ke DKPP. Mereka akan jelaskan pokok masalah sebenarnya,” tuturnya.

Dia menambahkan, untuk pemecatan secara langsung masih butuh kajian sehingga tak serta merta langsung dilakukan. “Kalau pemecatan harus ditahu dulupokok masalah. Juga prosesnya panjang,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, DKPP telah memberhentikan lima komisioner KPU Kota Palopo, diantaranya Haidar Jidar, Muhammad Amran, Faisal, Faisal Mustafa, dan Syamsu Alam. Namun salah satu diantaranya terlebih mundur karena mencalonkan diri maju pada Pileg 2019. (fah-yad)


div>