SENIN , 25 JUNI 2018

Tak Terindikasi Kasus Korupsi, Pentolan Barakka Alihkan Dukungan ke PAMMASE

Reporter:

Editor:

Ridwan Lallo

Rabu , 14 Maret 2018 22:50
Tak Terindikasi Kasus Korupsi, Pentolan Barakka Alihkan Dukungan ke PAMMASE

Alihkan dukungan ke Pammase

WAJO, RAKYATSULSEL.COM – Dukungan ke Pasangan Amran Mahmud-Amran SE (PAMMASE) bukan hanya terus berdatangan dari berbagai komunitas. Tapi tim dan relawan Kandidat lain satu per satu juga merapat.

Terbaru adalah salah satu pentolan pendukung Baso Rahmanuddin-Anwar Sadat (Barakka) yang tergabung dalam 727 di Tanasitolo, menyatakan dukungannya untuk pasangan nomor urut satu, Amran Mahmud-Amran SE (PAMMASE) di Pilkada Wajo 2018.

Namanya Ilham. Ia sebelumnya dipercayakan sebagai salah satu pengendali 727 di Kecamatan Tanasitolo. Sekadar diketahui, 727 adalah salah satu simpul pemenangan Barakka.

Pengalihan dukungan ini ditandai dengan pemakaian baju pemenangan PAMMASE. Baju tersebut dipasangkan oleh Tim PAMMASE, Haji Dedi Sutomo.

Ilham mengatakan, dirinya siap menyosialisasikan program PAMMASE dan siap mendatangi warga di wilayah Tanasitolo. Apalagi, selama ini, kecamatan itu adalah salah satu kantong suara PAMMASE.

“Kita bersyukur beliau bersedia menjadi bagian dari PAMMASE. Mereka terpanggil tanpa ada paksaan,” ucap Haji Dedi, Rabu (14/3/2018).

Menurutnya, program PAMMASE berdiri di atas semua golongan tanpa diskriminasi. Sehingga semua elemen bisa menerimanya, termasuk dari pendukung kandidat lain.

Sebelumnya, salah satu tim Anwar Sadat, A Zainal mengalihkan dukungannya ke PAMMASE. Ia mengaku kecewa dengan kinerja Anwar Sadat sebagai wakil rakyat selama dua periode di DPRD Sulsel.

“Terus terang, saya kecewa terhadap Anwar Sadat karena sudah 2 periode sebagai anggota DPRD Sulsel, tapi tidak mampu berbuat maksimal untuk daerah pemilihannya,” kata Zainal pekan lalu.

Dukungan yang terus mengalir ke PAMMASE juga disebabkan, karena keduanya tak tersangkut kasus dugaan korupsi. Begitu pun, figurnya sangat sederhana dan merakyat.

Bukan hanya itu, duet ini tidak suka “menipu” warga dengan mengobral hasil survei abal-abal yang seolah-seolah diunggulkan untuk menggiring opini ke publik. (*)


div>