SABTU , 15 DESEMBER 2018

Takut Longsor Susulan, Warga Desa Parombean Mengungsi

Reporter:

Editor:

hur

Kamis , 21 April 2016 15:12

ENREKANG, RAKYATSULSEL.COM – Intensitas Hujan yang terus 5 hari terakhir ini menyebabkan tanah longsor di Lereng Gunung Lempo,Desa Parombean, Kecamatan Curio-Enrekang.

Akibatnya, sebanyak 116 Kepala Keluarga (KK) memilih mengungsi. Pengungsi yang berjumlah 279 jiwa ini berasal dari dusun Buntu Limbong, Leto’ bara, Sarang dan Bunga Mendoe.

Warga keempat dusun yang bermukim di lereng gunung tersebut hingga kini masih trauma berat dan khawatir terjadi longsor susulan yang lebih besar lagi.

Sekitar 80 warga lainnya  memilih  mengungsi ke Kabupaten Toraja. Mereka mengungsi ke Dusun Roni, Desa Uluway Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja hingga Kamis (21/4) sampai keadaan memungkin untuk kembali ke kampung halamannya.

Kepala Desa Parombean Rahman saat di temui di posko pengungsian, mengkhawatirkan akan terjadi longsor lagi, karena gunung tersebut retak terbelah dua. Lagi pula menurutnya masih terjadi longsor kecil-kecilan.

“Makanya semua warga yang bermukin di lereng gunung, saya minta mengungsi demi keselamatan jiwa dan harta benda mereka. Pasalnya telah terjadi keretakan sepanjang 2 km dengan keretakan sekitar 10 meter,” kata Rahman.

Menurut pihak BPBD Kabupaten Enrekang, material longsor bercampur batu-batuan menimbun kebun dan sawah warga hingga puluhan hektar dengan kerugian hingga mencapai miliaran rupiah. Selain itu, jembatan penghubung dua dusun yakni dusun sarang dan Dusun mendoe rusak diterjang arus banjir.

“Sawah dan kebun warga yang rusak tertibun material, sekitar 50 hektar sawah yang baru-baru di tanami padi dan 60 hektar kebun kopi, cengkeh dan ladah.Di perkirakan kerugianya kira-kira mencapai hitungan miliaran rupiah,” jelas Usman Kasi Rehabilitasi BPBD.

Untuk membuka akses jalan yang terisolir menuju dua dusun tersebut, Pemerintah setempat akan mengerahkan alat berat. “Kita akan turunkan ekskapator untuk membuka akses jalan,” kata Abdullah Sanneng, Kepala Dinas PU Enrekang saat di temui di lokasi longsor.


div>