SENIN , 23 JULI 2018

Tambah Libur, 42 ASN Pemprov Segera Kena Sanksi

Reporter:

Armansyah - Al Amin

Editor:

asharabdullah

Jumat , 22 Juni 2018 11:00
Tambah Libur, 42 ASN Pemprov Segera Kena Sanksi

ILUSTRASI

*Pemkot Masih Menunggu Laporan

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pasca libur dan cuti lebaran selama 10 hari, aparatur sipil negara (ASN) mulai berkantor, Kamis (21/6) kemarin. Di Pemprov Sulsel hari pertama kerja diawali dengan kegiatan apel pagi dan halal bi halal di masing-masing kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Khusus 18 OPD yang berlokasi di kompleks kantor gubernur, dari 1352 ASN yang wajib apel hanya 1317 orang yang hadir mengikuti apel pagi dan halal bi halal. Dari rekap keseluruhan ada sekitar 42 orang yang absen atau tak hadir sampai siang hari.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel, Ashari Fakhsirie Radjamilo mengatakan beberapa yang tidak hadir karena alasan sakit, tugas belajar, cuti umroh dan beberapa lagi tanpa alasan.

“Kita masih tunggu keterangan dari masing-masing OPD. Seperti di BKD ada empat orang yang tanpa keterangan. Untuk mereka akan kita undang pihak Inspektorat melakukan pemeriksaan,” kata Ashari, Kamis (21/6) kemarin.

Lebih jauh, Ashari mengatakan tingkatkan kehadiran ASN ini terbilang cukup tinggi. Terlebih sebelum libur panjang selama 10 hari, pihaknya telah membuat surat edaran bagi seluruh ASN.

BKD sendiri telah menyiapkan sanksi bagi mereka yang tak hadir tanpa keterangan, ungkap Ashari, yakni sanksi yang akan dijatuhkan berupa penurunan pangkat dan penundaan kenaikan pangkat selama satu periode.

“Bukan hanya hari ini, besok (Jumat hari ini) kami juga masih akan melakukan apel pagi. Masih ada sanksi bagi mereka yang tak hadir, berupa teguran keras,” ungkap mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Sulsel ini.

Sementara, ASN di lingkup Pemerintah Kota Makassar, dari data yang dihimpun, tak kurang dari 100 ASN lingkup Pemkot atau hanya 0,9 persen yang absen dari total 11.045 ASN yang bertugas di bawah kepemimpinan Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto.

Sekertaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar, Basri Rahkman mengatakan, bahwa ketidakkehadiran ASN lingkup Pemkot Makassar dihari pertama mengalami penurunan dibanding tahun lalu, yang berarti kedisiplinan ASN meningkat.

“Sedikit saja yang tidak hadir tanpa keterangan, hanya 0 koma sekian persen. Tidak sampai 100 lah dari keseluruhan. Iya menurun tingkat pelanggarannya dibandingkan tahun lalu. Kita tadi adakan pemanggilan jika sudah melewati batas toleransi, yaitu setelah apel pagi pukul 10.00 Wita, itu kita sudah laporkan ke pemerintah pusat (Kementrian PAN-RB). Nantilah kita lihat, karena sanksinya tersedia,” tegasnya.

Walikota Makassar, Moh Ramdhan Danny Pomanto mengatakan bahwa sidak yang dilakukan merupakan rutinitas tahunan pasca lebaran, bahkan sidak terkait disiplin ASN juga dilakukan pada libur natal dan tahun baru. Ia juga mengatakan bagi ASN lingkup Pemkot yang melanggar aturan tersebut akan diberikan sanksi oleh pemerintah.

“Saya kira sanksi itu bertingkat-tingkat, mulai dari penurunan pangkat, SP, macam-macam prosedurnya jelas kok,” terang Danny.

Namun dirinya mengaku belum mengetahui secara pasti berapa ASN yang memperpanjang libur, olehnya itu Ia masih menunggu laporan dari BKPSDM yang nantinya diteruskan ke Kemenpan RB sebagai bahan evaluasi.(*)


div>