SABTU , 18 AGUSTUS 2018

Tambahan Penghasilan PNS-CPNS Lutim Tahun 2016 Naik

Reporter:

Editor:

hur

Rabu , 10 Februari 2016 11:27

LUWU TIMUR, RAKYATSULSEL.COM – Pegawai Negeri Sipil di lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, patut bersyukur, karena penghasilan mereka akan naik tahun ini. Tambahan penghasilan PNS itu berdasarkan Keputusan Bupati Luwu Timur Nomor 4/1/Tahun 2016 Tentang Pemberian Tambahan Penghasilan bagi Pegawai Negeri Sipil dan Calon Pegawai Negeri Sipil di Lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu Timur Tahun Anggaran 2016.

“Kenaikan tambahan penghasilan ini tentu berdasarkan pertimbangan obyektif dengan memperhatikan kemampuan keuangan daerah dan memperoleh persetujuan DPRD sesuai dengan peraturan perundang-undangan, diberikan kepada PNSD dan CPNSD dengan mengacu pada kedisplinan dan tingkat kehadiran serta dapat menyelesaikan tugas sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang diembannya,” kata Irman Yasin Limpo.

Menurut Irman, dibandingkan tahun 2014 dan 2015, untuk 2016, pendapatan daerah mengalami kenaikan sekitar 19,82 Persen. Yang menjadi pembeda, jelas Irman, di tahun 2016, indikator pemberian tambahan Penghasilan dipengaruhi oleh skor Kehadiran Pegawai dan Penilaian Kinerja lainnya.

“Dengan adanya kenaikan tunjangan kinerja atau tambahan penghasilan bagi PNS dan CPNS ini, menjadi menyemangat dan menjadi motivasi untuk lebih giat berkarya. Tidak ada alasan lagi bagi pegawai di Luwu Timur untuk ‘tidak’ bekerja baik,” ujar Irman.

Ditemui terpisah, Kepala Bagian Organisasi dan Kepegawaian Setdakab Luwu Timur, Halsen menjelaskan bahwa tahun 2016, prosedur pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai Negeri Sipil, ditentukan berdasarkan indikator kehadiran pegawai, yang meliputi, keterlambatan masuk kerja, kepulangan mendahului jam kerja, ketidakhadiran kerja karena cuti.

Skor kehadiran pegawai setiap bulan dicetak melalui sistem informasi manajemen kinerja kehadiran pegawai. Dalam melakukan penghitungan skor kehadiran pegawai, dinas luar, meliputi mengikuti diklat, melaksanakan perjalanan dinas luar daerah/negeri dan melaksanakan tugas kedinasan lainnya, dihitung sebagai hari masuk kerja.

Lebih lanjut Halsen menerangkan, untuk penilaian kinerja lainnya, ditentukan berdasarkan indikator kinerja pegawai yang meliputi, meninggalkan tugas selama jam kerja tanpa izin, tidak mengikuti kegiatan kenegaraan dan dikenakan sanksi sesuai PP 53 Tahun 2010. Metode penghitungan skor kehadiran pegawai dilakukan melalui sistem informasi manajemen kinerja pegawai.

Pembayaran pemberian Tambahan Penghasilan akan dilakukan setiap bulan kepada PNSD dan CPNSD. Pemberian Tambahan Penghasilan juga didasarkan pada penilaian secara berjenjang yaitu Kepala SKPD dan Staf Ahli dinilai oleh Bupati, Asisten dinilai oleh Sekretaris Daerah, Kepala Bagian dinilai oleh Asisten, Sekretaris Badan/Dinas dan Kepala Bidang dinilai oleh Kepala SKPD, Kepala Seksi/Kasubag dinilai oleh Kepala Bagian/Sekretaris Badan/Dinas dan Kepala Bidang, serta Staf dinilai oleh Kepala Seksi/Kasubag berdasarkan kriteria penilaian.


div>