RABU , 26 SEPTEMBER 2018

Tambang Marmer Cemari Sumber Air Warga

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Senin , 10 April 2017 10:18
Tambang Marmer Cemari Sumber Air Warga

Ilustrasi Tambang Marmer.

PANGKEP, RAKYATSULSEL.COM – Warga di Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Minasatene, Pangkep. Mengeluhkan aktivitas tambang marmer di Kelurahan Bontoa, Kecamatan Minasatene, Pangkep lantaran sumber air mereka tercemar minyak dan kandungan kimia, dari aktivitas tambang tersebut.

Rusaknya kandungan air akibat dekatnya jarak aktivitas tambang ke pemukiman warga dan jalan utama penghubung desa yang hanya berkisar lima meter dari jalan raya.

“Air sumurnya mengandung minyak solar dan material lain, karena limbah tambang itu. Air sumur sekarang sudah tidak dapat digunakan lagi, karena berminyak. Itu akibat limbah pembuangan dari tambang,” keluh Ancu, warga Kalabbirang, yang ditemui Minggu (9/4).

“Kalau musim kemarau perusahaan tambang itu, menyedot air dari sumur warga. Namun, justru hasil limbah pembuangannya itu juga kembali ke warga, sehingga air yang ada di sumur-sumur sudah tidak layak konsumsi,” tambahnya.

Menanggapi keluhan tersebut, anggota anggota Komisi III DPRD Pangkep, Haris Gani, ikut menyoroti aktivitas tambang yang berada di wilayah tersebut.

Menurutnya, keluhan tersebut sudah sejak lama, bahkan tambang yang ada tidak memberikan dampak ekonomi dan sosial terhadap warga.

“Itu masalah sudah lama, pada 2016 lalu sudah menelan korban akibat ada beberapa warga setempat yang terjatuh di lahan bekas galian tambang. Serta puluhan ternak warga juga banyak yang mati. Akibat limbah industri yang mencemari lahan warga setempat,” beber Haris, yang juga merupakan warga dari Kelurahan Kalabbirang.

[NEXT-RASUL]

DPRD sendiri bersama dinas terkait pada tahun 2016 lalu juga sudah memberikan teguran langsung, namun menurutnya, hingga saat ini belum ada penyelesaian. Bahkan, dinas terkait dalam hal ini dinas pertambangan dan badan lingkungan hidup, belum melakukan tindak lanjut

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pangkep, Agus, mengaku, belum tahu terkait banyaknya keluhan warga. Sebab ia masih tergolong baru menempati posisi sebagai kepala BLH. Namun, dalam waktu dekat akan menindak lanjuti masalah tersebut. (***)


div>