MINGGU , 18 NOVEMBER 2018

Tanam Perdana Kakao, Bupati Cantik Ini Harap Luwu Utara Dapat Berkontribusi Besar

Reporter:

Haerul

Editor:

Iskanto

Minggu , 02 September 2018 09:53
Tanam Perdana Kakao, Bupati Cantik Ini Harap Luwu Utara Dapat Berkontribusi Besar

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani memberikan sambutan pada tanam perdana kakao di Desa Tarobok Kecamatan Baebunta, Sabtu (2/9).

LUWU UTARA,RAKYATSULSEL.COM– Luwu Utara merupakan kabupaten yang selama ini dikenal sebagai penghasil kakao terbesar di Sulsel. Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani berharap hal itu bukan hanya sekadar predikat saja, namun bisa menjadi daerah perkebunan kakao yang terbaik.

Hal itu disampaikan Bupati Cantik ini pada acara Tanam Perdana Kakao di Desa Tarobok Kecamatan Baebunta, Sabtu (2/9).

Indah mengatakan, dengan predikat sebagai kabupaten penghasil kakao terbesar dan terbaik, tentu akan berkontribusi massif pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Mengingat luas tanam kakao di Luwu Utara adalah yang terbesar di Sulsel.

“Dari total luas tanam kakao di Sulsel, 60% itu ada di Luwu Utara,” ungkapnya.

Indah juga mengapresiasi dilaksanakannya kegiatan tanam perdana kakao. Karena menurutnya, dengan adanya penanaman perdana ini berarti mempertegas keseriusan pemerintah daerah dalam mencapai cita-cita sebagai penghasil kakao terbaik di Sulsel.

“Ini salah satu bentuk keseriusan kita. Untuk itu, saya mengapresiasi apa yang kita lakukan hari ini,” tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP), Armiady mengatakan, kegiatan penanaman perdana ini dilakukan dengan persiapan lahan kurang lebih 60 hektar. Yang tersebar di lima kecamatan dan 10 desa, khusus di Baebunta, ada delapan 10 poktan.

“Desa Tarobok paling luas lokasinya dengan lahan 15 hektar. Kita memilih menanam kakao dibanding tanaman lainnya karena kita melihat komitmen Bupati yang begitu besar dan kuat dalam mengembangkan kakao di Luwu Utara,” jelasnya.

“Utamanya juga karena Luwu Utara adalah daerah potensial untuk kakao. Membuka kembali lahan yang tidak termanfaatkan adalah salah satu solusinya,” lanjut Armiady.

Turut pula hadir dalam kegiatan ini, Kepala BAPPEDA Rusydi Rasyid, Kepala Dinas TPHP Agussalim Lambong, Inspektur Inspektorat Muhammad Asyir Suhaeb, Camat Baebunta Andi Yasir Pasandre, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), kelompok tani (poktan), dan masyarakat setempat. (*)


div>