SELASA , 25 SEPTEMBER 2018

Tanggapan MUI Soal Maklumat Menteri Lukman Hakim Terkait Ceramah Agama

Reporter:

Editor:

faisalpalapa

Sabtu , 29 April 2017 15:55

RAKYATSULSEL.COM — Sembilan poin isi imbauan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang berkaitan pada ceramah di rumah ibadah direspons positif Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI).

 

Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Saadi berpendapat, ceramah agama seyogyanya dapat membawa umat manusia kepada solidaritas dan kerja sama. Nantinya berimplikasi untuk membangun peradaban masyarakat yang harmonis, maju, sejahtera dan beradab. Sehingga nantinya menampilkan wajah agama yang damai, penuh kasih dan memberikan rahmat untuk seluruh alam.

Lebih jauh Zainut Tauhid Saadi mengatakan, MUI menyadari bahwa dalam masyarakat yang majemuk perlu adanya aturan yang berisikan nilai-nilai etika dan pesan moral. Semua itu dijadikan sebagai pedoman bersama baik secara pribadi maupun kelompok dalam melaksanakan tugas dakwah atau misi agama. “Sehingga tidak terjadi benturan di masyarakat,” ujar Zainut Sabtu (29/4).

Selama ini dicermati dalam kehidupan umat manusia baik pada skala global maupun nasional, di banyak negara menunjukkan adanya gejala pertentangan, pertikaian dan perpecahan yang membawa dampak sistemik dalam kehidupan umat manusia dalam berbagai bidang kehidupan.

Berdasarkan beberapa pemikiran tersebut, MUI berharap sembilan poin seruan Menteri Agama itu dapat menjawab beberapa persoalan di atas. Untuk hal itu MUI meminta kepada Kemenag untuk mensosialisakan seruan tersebut kepada semua pihak agar semua orang khususnya para pemuka agama dapat memahami dan melaksanakan seruan tersebut.

Selain itu ada beberapa catatan kritis MUI adanya seruan yang tidak dibarengi dengan adanya sanksi. Maka dikhawatirkan seruan ini tidak cukup efektif mendorong para penceramah agama untuk mematuhinya. MUI mengimbau kepada semua pihak khususnya kepada para pemuka agama untuk ikut membantu mensosiasikan seruan ini kepada masing-masing pendakwah, pengkhotbah atau penceramah di masing-masing agamanya.

“Sehingga seruan ini bisa dijadikan panduan bersama dalam melaksanakan tugas suci agama dalam rangka menjaga harmoni kehidupan dan kerukunan baik interen maupun antar umat beragama,” pungkasnya. (cr2/JPG)


Tag
div>