KAMIS , 22 FEBRUARI 2018

Tangis SYL Pecah di Paripurna Dewan

Reporter:

Fahrullah

Editor:

asharabdullah

Rabu , 07 Februari 2018 11:00
Tangis SYL Pecah di Paripurna Dewan

PARIPURNA TERAKHIR SYL. Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL) bersama Ketua DPRD Sulsel menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban dan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan (LKPJ-AMJ), pada rapat Paripurna, di Gedung DPRD Sulsel, Jl Urip Sumoharjo Makassar, Selasa (6/2). ZULKIFLI/RAKYATSULSEL

– 19 Rekomendasi di Akhir Masa Jabatan

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Rapat Paripurna Rekomendasi Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan Atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa (LKPJ-AMJ) Jabatan Gubernur Sulsel Tahun 2013-2018, berlangsung dalam suasana haru. Tangis Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL), bahkan pecah saat ia menyampaikan sambutannya.

Di awal sidang, rapat paripurna berlangsung seperti biasa, dipimpin oleh Ketua DPRD Sulsel, Muh Roem. Dalam sambutannya, Roem banyak memuji kinerja SYL selama sepuluh tahun memimpin Sulsel, bersama Agus Arifin Nu’mang.

Baginya, SYL adalah pemimpin yang mementingkan kepentingan orang banyak, dibandingkan kepentingan partai atau golongan tertentu.

“Pak Syahrul yang menjabat ketua partai, tidak pernah menonjolkan partainya. Ia mampu memposisikan dirinya sebagai pembina politik, dengan tidak membeda-bedakan partai yang ada,” puji Roem, saat rapat paripurna di Gedung DPRD Provinsi Sulsel, Selasa (6/2) kemarin.

Bagi Roem, SYL juga adalah pemimpin yang berhasil. Bisa dilihat dari 237 penghargaan yang diraih selama ini. Meskipun, apa yang dilakukan tidak bisa memuaskan semua pihak.

“Pencapaian tersebut berkat kerjasama pemerintah dengan legislatif, dan dukungan seluruh elemen masyarakat. Karenanya, kalau ada yang kurang, bukan semata-mata, karena Pak Syahrul,” ucapnya.

Sementara, dalam rapat tersebut, ada 19 rekomendasi yang diberikan dewan, yang dibacakan Wakil Ketua Pansus DPRD Sulsel, Irfan AB. Antara lain, terkait program SPP gratis bagi mahasiswa masih banyak yang belum terealisasi pembayaran sepenuhnya.

Sehingga diharapkan kepada pemerintah daerah agar dapat menyelesaikan pembayaran SPP gratis bagi mahasiswa yang belum terealisasi pembayarannya.

Selanjutnya, terkait kerusakan terhadap fasilitas irigasi di beberapa daerah, yang perlu mendapat perhatian yang serius dari Pemprov Sulsel, karena dapat mempengaruhi produktifitas pertanian persawahan yang ada.

Untuk mengurangi tingginya konsumsi karbohidrat bagi masyarakat terutama dari beras, direkomendasikan kepada gubernur agar perlu kiranya memfokuskan kepada program diversifikasi pangan karena kita memiliki beragama pangan lokal.

“Sehubungan terjadinya peningkatan penduduk serta kebutuhannya yang menjadi salah satu penyebab lebih tinggi laju degradasi dari pada laju rehabilitasi hutan dilain sisi, penatausahaan dan penertiban administrasi tata usaha kehutanan serta pelaku usaha sangat rendah dan demikian pula, minimnya pendampingan masyarakat dalam pengelolaan hasil hutan, kayu maupun bukan kayu,” lanjut Irfan.

Rekomendasi selanjutnya, agar pemprov mengeluarkan regulasi terkait pembentukan UPTD masing-masing dinas dan ditempatkan satu kantor untuk memudahkan koordinasi, pelayanan administrasi dan lain-lainnya.

Kemudian, untuk lebih meningkatkan citra koperasi ke depan. Citra yang diemban oleh koperasi akibat adanya permasalahan utang piutang yang mengakibatkan koperasi sulit mengakses permodalan ke lembaga keuangan.

Kegiatan Koperasi dan UMKM juga masih kalah dibanding pelaku ekonomi yang lain, karena Koperasi dan UMKM belum mampu memanfaatkan jaringan usaha dan kemitraan baik antara Koperasi dan UMKM maupun dengan pelaku ekonomi lainnya.

“RPJMD Tahun 2013-2018, salah satu program prioritas Gubernur Sulawesi Selatan adalah membangun industri baru di
kabupaten/kota di Sulawesi Selatan dengan istilah Satu Kabupaten Satu Industri. Sampai akhir tahun 2017, program ini belum terealisasi sepenuhnya. Untuk itu, direkomendasikan kepada gubernur agar program ini dapat direalisasikan di akhir masa jabatan atau minimal dapat dilanjutkan oleh gubernur berikutnya,” bebernya.

Sejumlah rekomendasi lainnya juga disebutkan oleh Irfan. Mulai dari soal ketersediaan lapangan kerja, tingginya angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), kualitas pelayanan kesehatan, infrastruktur jalan, hingga soal Perda yang belum ditindaklanjuti oleh gubernur.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo sangat mengapresiasi kerja dari DPRD Sulsel untuk menghadirkan rekomendasi tersebut. Namun, ia mengaku takut dengan rekomendasi ini, jika tidak dapat memenuhinya.

“Apa yang saya takutkan adalah rekomendasi hari ini. Hari Senin nanti, Pak Wagub terakhir mendampingi saya, pasti saya kehilangan orang baik. Hari itu juga, Pak Sekda akan bertugas di tempat lain. Sambutan Pak Ketua DPRD juga membuat lutut saya bergetar,” kata SYL.

Ia menuturkan, berbagai upaya dilakukan akan dilakukan untuk memperbaiki kekurangan yang ada. Dari rekomendasi ini, apa yang belum sempurna akan diperbaharui, maupun yang sementara berjalan dengan mengedepankan transparansi.

“Pemerintahan tidak pernah berakhir. Yang berakhir itu Syahrul, dan tentu saja sistem harus terus berjalan. Rekomendasi DPRD itu harus, dan sangat normatif. Harus bisa diterima dari koreksi-koreksi yang ada,” tuturnya.

SYL mengaku, tidak pernah berpikir bahwa perjalanannya sebagai gubernur sudah akan berakhir dalam dua bulan ke depan.

“Salah satu kesalahan saya, saya tidak pernah berpikir bahwa sebuah perjalanan yang dilakukan bersama-sama itu akan berakhir. Padahal, di persimpangan jalan kita harus berpisah,” kata SYL, tak kuasa menahan air mata.

“Saya, kita semua sudah berusaha maksimal. Mempertaruhkan semua, apa yang saya miliki termasuk harga diri saya. Saya perhadapkan diri saya pada Allah, tidak ada satu sen pun saya terima yang bukan milik saya. Saya takut dengan rekomendasi yang bapak buat,” sebut lagi dengan nada bergetar, kemudian terdiam, dan kembali melanjutkan pidatonya.

Suasana hening, gubernur dua periode ini tak mampu menahan air matanya. Demikian juga dengan hadirin, baik dari kalangan dewan, OPD dan awak media yang hadir.

“Maafkan, ini panggung terakhir saya dengan Pak Agus dan Pak Latif sebagai Sekda,” ucapnya.

Suasana haru masih berlangsung hingga rapat paripurna berakhir. Salah satu legislator yang tak kuasa menahan tangis adalah politisi dari PKPI, Suzanna Kaharuddin. Ia bahkan memeluk SYL cukup lama. Begitupun dengan politisi Golkar, Alfrita Danduru. (*)


div>