• Rabu, 30 Juli 2014
Iklan | Privacy Policy | Redaksi | Citizen Report

Tangkap Anak Polisi, Tim Resmob Dilapor Ke Propam

Rabu , 29 Mei 2013 12:06
Total Pembaca : 792 Views
LAPOR : Supiati memperlihatkan foto bekas luka penganiayaan yang dialami AN yang diduga dilakukan oknum resmob Polrestabes Makassar. (Foto : Akbar Hadi /Rakyat Sulsel)

Baca juga

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Tim Reskrim Mobile (resmob) Polrestabes Makassar yang dipimpin Aiptu Yansen, dilapor ke Propam Polda Sulsel, lantaran diduga melakukan salah tangkap dan penganiayaan. Pelapornya adalah Supiati (40), ibu dari NA (17), salah seorang remaja yang ditangkap tim resmob pada bulan April lalu.

Supiati dalam laporannya ke Polda Sulsel sesuai dengan nomor STPL/151/V/2013/Subbag Yanduan dan Laporan Polisi Nomor : LPB/256/V/2013/SPKT tanggal 27 Mei 2013, mengaku, anaknya mendapatkan perlakuan kasar dalam bentuk penganiayaan dan pengeroyokan yang dilakukan tim resmob Polrestabes Makassar. Padahal, menurut dia, sang anak tidak bersalah dan tidak terlibat tindak pidana.

“Anak saya ditangkap 30 April lalu di Jalan Dakwah di salah satu rumah temannya. Saat itu, ada penggerebekan yang dilakukan tim resmob Polrestabes Makassar terhadap pelaku penganiayaan dan pembunuhan. Pelaku yang dicari atas nama Iwan,” ujar Supiati kepada wartawan di Warkop Dg Sija, Selasa (28/5) kemarin.

Dijelaskan, polisi yang menggerebek tidak berhasil mengamankan Iwan. Namun, sebanyak empat orang pria yang berada di lokasi penggerebekan dibawa yang salah satunya adalah NA.

“Anak saya tidak tahu menahu dan terlibat dengan aksi penganiayaan, tapi mengapa dia ditangkap dan dianiaya oleh para anggota resmob,” ujar ibu empat anak itu.

Supiati yang juga istri polisi ini mengatakan, ia sangat keberatan dengan perlakuan oknum resmob Polrestabes Makassar yang melakukan proses penangkapan tanpa adanya surat penggerebekan. Belum lagi, sambungnya, mereka yang diamankan langsung dianiaya tanpa bukti yang cukup.

“Akibat penganiayaan itu, satu gigi geraham anak saya rontok. Belum lagi dia mengalami trauma yang cukup berkepanjangan akibat dianiaya. Ia juga mengalami luka di sekitar telinga dan tubuhnya lebam,” tandasnya.

Herannya lagi, sambungnya lagi, saat dititip di Polsek Bontoala, Kapolsel Bontoala AKP Nawu Tayeb tidak mengizinkan sang ibu untuk mengambil visum dokter terhadap anaknya.

Pihak Komisi Nasional Pengawas Aparatur Negara Republik Indonesia (Komnas Waspan RI) yang mendampingi pelapor juga telah melaporkan tindakan tidak terpuji oknum resmob Polrestabes Makassar ke Polda Sulsel. “Kami menduga sejak awal ada tindakan yang salah oleh pihak resmob Polrestabes Makassar. Makanya, kami sudah menyurat ke Kapolda tentang peristiwa itu,” ujar Ketua Komnas Waspan RI, Drs Shaffry Sjamsuddin.

Shaffry mendesak, agar kepolisian profesional dalam melaksanakan tugasnya dalam menyidik sebuah kasus. “Harus profesional dalam menjalankan tugas dan tidak mengenepankan pengakuan tetapi bukti,” tambahnya, didampingi, Sekretaris Nasution Jarre.

Sementara itu, Wakasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Anwar Hasan yang dikonfirmasi, mengatakan, dirinya mempersilahkan kepada siapapun untuk melapor terkait dugaan penganiayaan oknum resmob. “Silakan saja melapor dan nanti kita lihat pembuktiaannya di pengadilan,” ujar Anwar.

Terkait dugaan tidak terlibatnya sang anak, Anwar mengaku masih dalam proses penyidikan. “Nanti kita lihat hasil penyelidikan dan penyidikannya,” tandasnya. (aha/her)