SABTU , 15 DESEMBER 2018

Tanpa SYL, Kampanye Golkar Kurang Greget

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Selasa , 15 September 2015 14:39
Tanpa SYL, Kampanye Golkar Kurang Greget

int

* Dualisme Tak Halangi Dua Kubu Golkar Menangkan AdnanKio
* Pengamat: Popularitas SYL di Sulsel Masih Tinggi

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Kampanye Akbar kandidat usungan Partai Golkar di 11 Pilkada di Sulawesi Selatan diprediksi kurang greget. Itu karena tak ada sosok Syahrul Yasin Limpo (SYL) pada kampanye nanti.

Sesuai jadwal KPU, kampanye terbuka bakal dilaksanakan oleh seluruh kandidat yang bertarung dalam pilkada serentak di 11 daerah, mulai awal Oktober mendatang. Dipastikan seluruh tim kampanye akan menurunkan kekuatan penuh yang terdiri dari pengurus pusat dan provinsi.

Seluruh kandidat pun telah mendaftarkan masing-masing juru kampanyenya di KPU.  Dipastikan orang nomor satu di Sulsel yang juga merupakan ketua Golkar Sulsel SYL tidak akan turun langsung menjadi juru kampanye di 11 daerah. SYL menegaskan sikap netralnya baik sebagai Gubernur sekaligus pembina partai, maupun sebagai ketua partai Golkar di Sulsel.

Meskipun SYL tidak turun langsung sebagai juru kampanye, namun tim pemenangan yang kandidatnya diusung Golkar maupun kader Golkar yang diusung partai lain, mengaku tidak merisaukan hal tersebut.

Master Campaign pasangan Tenri Olle YL – Khairil Muin, Suwandi Mahendra mengatakan meskipun Tenri Olle YL merupakan ketua DPD II Golkar Gowa, namun secara struktur partai pasangan yang diusung NasDem dan PPP ini, dipastikan tidak akan memakai kader dan pengurus Golkar sebagai Juru kampanye.

[NEXT-RASUL]

“Kita kan tidak diusung Golkar, jadi praktis juru kampanye tidak berasal dari Golkar,” kata Suwandi, Senin (14/9). Menurutnya, meskipun tidak diusung Golkar, namun dirinya tetap berkeyakinan bahwa sejumlah kader dan fungsionaris Golkar lainnya di 18 Kecamatan tetap akan mendukung Tenri Olle YL – Kahiril Muin dalam pilkada 9 Desember mendatang.

“Bentuk dukungan yang selama ini dilakukan dapat dilihat dari banyaknya relawan yang dibentuk, yang diantaranya diinisiasi oleh kader maupun pengurus Golkar di Kecamatan,” ujarnya.

Terkait dengan tim kampanye yang akan diturunkan pasangan nomor urut 4 yang mengusung tagline PastikanMI ini, Suwandi mengatakan bahwa pihaknya tengah mengupayakan Ketua Umum DPP NasDem Surya Paloh untuk hadir sebagai juru kampanye pada 4 Oktober mendatang. Selain itu pihaknya juga telah membangun komunikasi dengan Ketua Umum PPP hasil Muktamar Surabaya, Romahurmuziy.

“Tentunya kita mengupayakan bahwa ketua umum partai pengusung pastikanMi bisa hadir sebagai juru kampanye, tapi untuk di tingkat provinsi sudah ada konfirmasi dari pak Luthfi maupun pak Aras, dan tentunya ada unsur dari pengurus pusat lainnya yang akan hadir seperti pak Akbar Faisal serta Amir Uskara untuk bisa hadir sebagai juru kampanye,” pungkasnya.

Senada diungkapkan Master Campaign Pasangan Nomor urut 2 di Gowa, Sjahrir Sjafruddin Daeng Jarung – Anwar Usman yang diusung dua kubu Golkar, Mappaujung. Menurutnya meskipun SYL tidak turun berkampanye atas pertimbangan tertentu, hal itu tidak mempengaruhi kerja-kerja tim pemenangan selama ini dalam mensosialisasikan pasangan DjamanTa di Gowa.

[NEXT-RASUL]

Meski demikian, pihaknya tetap optimis meskipun tanpa kehadiran maupun peran SYL untuk pasangan DjamanTa, namun kampanye terbuka pasangan ini dipastikan akan berlangsung secara baik dan maksimal.

Hal itu kata dia setelah pihaknya mengkonfirmasi beberapa pengurus Golkar Agung Laksono yang menyatakan kesiapannya hadir sebagai juru kampanye, diantaranya Wasekjen DPP Golkar Sabil Rachman, Tan Malaka Guntur, serta beberapa ketua DPD II Golkar lainnya yang berbatasan dengan kabupaten Gowa, diantaranya Ketua DPD II Golkar Takalar Yusuf Gunco.

“Kita tidak ada masalah dengan kampanye terbuka nanti, Golkar tentunya punya banyak kader yang cukup elit untuk mengkampanyekan DjamanTa,” jelasnya. Sementara itu tim pemenangan Adnan Purichta Ichsan YL – Abdul rauf Kr Kio, tidak terpengaruh terhadap konflik dualisme Partai Golkar dalam memenangkan pasangan calon bupati – wakil bupati Gowa nomor urut 5 ini.

Hal itu terlihat dari solidnya kedua kubu Golkar yang tergabung dalam tim pemenangan, misalnya Ian Latanro yang merupakan Ketua DPD II Golkar Enrekang Kubu AL dan Rahmansyah yang merupakan pengurus Golkar Sulsel.

Selain itu, sosok lainnya dari kubu Aburizal Bakrie yang aktif di pemenangan AdnanKio, yakni Ketua DPRD Gowa yang juga Wakil Ketua DPD II Golkar Gowa, Ansar Zaenal Bate, Wakil Bupati Takalar Natsir Ibrahim yang juga Ketua Golkar Takalar, Ketua DPRD Takalar, H Jabir Dg Bonto dan Sekretaris Golkar Gowa, Kamaruddin Timung, serta beberapa tokoh Golkar lainnya, termasuk mayoritas legislator Golkar di DPRD Gowa.

[NEXT-RASUL]

 Juru bicara pasangan Adnan Kio – Abdul rauf Kr Kio, Ian Latanro mengatakan bahwa tidak ada sekat partai dalam memenangkan pasangan yang didukung Golkar, PAN, PDIP dan Gerindra ini di Pilkada Gowa.

Menurutnya, semua kekuatan disatukan dengan kesadaran yang sama, bahwa pasangan AdnanKio memiliki kapabilitas dalam memimpin Gowa. “Tentunya kita tidak ingin menjadikan konflik yang ada maupun perbedaan-perbedaan di internal partai mempengaruhi kinerja pemenangan,” kata Ian Latanro.

Terkait dengan kesiapan juru kampanye, Ian Latanro mengatakan bahwa pasangan AdnanKio akan menggelar kampanye akbar pada 5 Desember mendatang. Namun terkait dengan siapa-siapa figur partai pendukung yang dipastikan hadir sebagai Juru kampanye, Ian mengatakan hal tersebut masih dalam tahap pembicaraan dengan sejumlah partai pendukung, termasuk dengan figur elit Golkar di Kubu ARB.

“Kampanye akbar nanti tanggal 5 Desember. Belum confirmasi siapa-siapa saja yang hadir. Yang pasti masing-masing Partai diwakili petinggi DPP nya,” pungkasnya.
Perhelatan Pilkada Serentak di Sulsel, khususnya terhadap daerah dimana Golkar menjadi partai pengusung, dipastikan akan terasa kurang, tanpa peran maksimal SYL, misalnya sebagai juru kampanye.

SYL dinilai merupakan figur yang memiliki kapasitas dan kapabilitas yang cukup strategis untuk memenangkan figur yang diusung maupun diudukung. SYL telah menegaskan sikapnya untuk netral di pilkada serentak.

[NEXT-RASUL]

Hal itu disampaikan SYL saat menghadiri acara pembekalan tim Pilkada Golkar Sulsel, di Sekretariar DPD Golkar Sulsel, pekan lalu. SYL menegaskan bersikap netral terhadap pelaksanaan pilkada di 11 daerah.

Meskipun saat ini, tren popularitas SYL memiliki pengaruh signifikan dalam memenangkan pasangan kandidat, namun orang nomor satu Sulsel ini, menyatakan tidak akan terlibat secara tekhnis di Pilkada, utamanya sebagai Juru Kampanye, terhadap figur yang diusung maupun didukung Golkar.

“Saya tentu mendahulukan posisi saya sebagai gubernur, oleh karena itu tidak mungkinlah saya mengorbankan posisi saya sebagai gubernur dan kemudian turun kampanye, dan macam-macam hal seperti itu, apalagi manuver-manuver. Saya pasti akan dahulukan saya punya tanggung jawab secara menyeluruh sebagai pembina politik,” ujarnya.

Terkait dengan sikap politik Golkar Sulsel, di lima daerah dimana Golkar hanya dalam posisi sebagai partai pendukung, SYL mengatakan Golkar tidak berarti kalah di lima daerah itu.

“Secara umum Golkar sasaran utamanya adalah menjadi pintu untuk mendapatkan kepala daerah yang terbaik dari hasil pilkada yang ada. Oleh Karena itu bukan hanya lima daerah, tetapi semua daerah yang bertanding concern partai ini adalah menemukan orang yang cocok, orang yang punya kapasitas, kapabilitas dan kemampuan untuk menjadi orang terbaik sebagai bupati di daerah itu,” pungkasnya.

[NEXT-RASUL]

 Menanggapi ketidakhadiran SYL dalam ajang kampanye terbuka 11 pilkada serentak di Sulsel, Pengamat politik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar Arqam Azikin mengatakan jika hal tersebut merupakan contoh pemimpin ideal yang pantut menjadi teladan.

“Ada dua kemungkinan yang menjadi alasan pak SYL tidak turun ke lapangan untuk berkampanye, pertama dirinya Gubernur Sulsel, kedua terdapat dua kubu di internal Golkar, ini yang menjadi alasan SYL tidak turun gunung,” kata Arqam saat di komfirmasi via telepon.

Arqam mengakui, ketidakhadiran SYL pada kampanye terbuka kandidat usungan Golkar tentu akan sedikit berpengaruh. Apalagi popularitas gubernur Sulsel dua periode ini masih sangat tinggi di Sulsel.

Namun kata dia, hal itu tentunya sudah diantisipasi oleh tim pemenangan kandidat dengan menghadirkan figur atau tokoh-tokoh yang bisa menggantikan peran SYL. “Walaupun pak SYL tidak turun berkampanye, namun setiap daerah usungan dan pendukung partai Golkar di 11 daerah Sulsel sudah dibentuk koordinator wilayah yang siap memenangkan kandidat Golkar,” pungkasnya. (E)

 


Tag
  • HL1
  •  
    div>