RABU , 14 NOVEMBER 2018

Tantang Generasi Millenial, UNHAS Gelar Talk Show

Reporter:

Muhammad Alief

Editor:

Lukman

Rabu , 28 Februari 2018 08:30
Tantang Generasi Millenial, UNHAS Gelar Talk Show

Kepala Staf Kepresidenan RI, Jenderal (Purn) Dr Moeldoko, Rektor Unhas, didampingi Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu, di acara dialog ala generasi milenial.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Menghadapi tantangan dan peluang tahun 2045, Universitas Hasanuddin dan Kantor Staf Presiden bekerja sama menggelar talk show yang bertajuk Millennial Menuju 2045 di Baruga AP Pettarani Unhas, Selasa (27/2) kemarin.

Acara dialog ala generasi milenial ini menghadirkan Kepala Staf Kepresidenan RI, Jenderal (Purn) Dr Moeldoko, Rektor Unhas, Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA, Wakil Rektor IV UIN Alauddin, Prof Hamdan Juhannis, MA, Ph.D, Ketua Akademi Ilmuwan Muda Indonesia, Prof Dr Jamaluddin Jompa, MSc, CEO Goodnews From Indonesia, Wahyu Aji, Vokalis Pusakata, Mohammad Istiqomah Djamad, Juara Debat dari Fakultas Hukum Unhas, Kevin Bonaparte.

Dalam kesempatan ini, Kepala KSP Dr. Moeldoko mengatakan bahwa generasi muda milenial perlu mengenali impian Indonesia di tahun 2015-2085 yang telah ditulis Presiden Jokowi dalam secarik kertas. Impian Jokowi adalah mewujudkan Indonesia menjadi negara yang mandiri dan paling berpengaruh di Asia Pasifik, serta menjadi barometer pertumbuhan ekonomi dunia.

Menurutnya, impian Indonesia 2045 bukan tanpa dasar dan alasan, karena kondisi pembangunan Indonesia telah mulai menunjukkan indikator yang baik. Indikator tersebut antara lain pertumbuhan ekonomi nasional tetap tumbuh positif, yakni 5,01 persen, iklim bisnis dan kemudahan berusaha yang membaik, pembangunan infrastruktur yang merata, konektivitas yang berhasil di bangun, adanya kesadaran dan usaha mengatasi ketimpangan, pemberian akses layanan dasar, serta ketimpangan yang bisa ditekan.

“Akan tetapi, kinerja dan capaian yang telah ditorehkan oleh pemerintah, khususnya pemerintahan Jokowi-JK sekarang, masih belum cukup untuk menyongsong masa depan di tahun 2045. Karenanya, pemerintahan Jokowi-JK tengah mengupayakan sejumlah hal menuju periode 2045,” kata Moeldoko dalam seminar tersebut.

Karena itu, Moeldoko menjelaskan pemerintah berupaya menyiapkan generasi unggul sejak lahir hingga produktif. Pemerintah juga meningkatkan kinerja aparatur pemerintah, meningkatkan kapasitas inovasi, dan daya saing Indonesia yang mana mengalami peningkatan pada 2017 di urutan ke-36.

Dalam persentasinya, dibandingkan tahun 2014, penguasaan Iptek Indonesia 2017 terus membaik, pendftaran hak kekayaan intelektual bertambah, dan publikasi internasional meningkat.

Lebih lanjut ia mengatakan pihaknya telah ikut melakukan sejumlah inovasi di bidang pertanian dengan menciptakan benih padi unggul M70D dan M400 selaku Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia.

Selain itu, sebagai kepala KSP, Moeldoko juga merintis pengembangan mobil listrik yang disebutnya sebagai Mobil Anak Bangsa. “Saya menyiapkan share (saham) untuk itu, siapa yang berkontribusi atas pengembangan mobil listrik saya akan berikan sharenya, jadi teman-teman dari Unhas, silakan berkontribusi,” kata Moeldoko.

Sementara itu, dalam paparannya Rektor Unhas Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu mengatakan pada ribuan mahasiswa yang memenuhi ruangan baruga agar tidak perlu cemas menghadapi periode 2045 tersebut. Sebab, pemerintah ternyata telah menyiapkan instrumen antisipasinya dengan berbagai strategi.

Namun begitu, menurutnya, pemerintah dan universitas perlu juga mengembangkan aspek karakter pada mahasiswa. Dunia robot dan otomatisasi bisa maju dan berkembang pesat, tapi karakter pada manusia tidak bisa tergantikan dengan robot atau mesin apa pun.

“Satu yang perlu kalian perbaiki dari sekarang, tanamkan kebaikan, tanamkan kemuliaan, tanamkan kejujuran. Robot tidak bisa itu, dia tidak tahu salah dan benar. Tanamkan kebijakan, karena itulah yang menjadi modal kalian ketika menjadi pemimpin di Indonesia,” kata kata Rektor Unhas yang juga dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ini dalam seminar tersebut.

Sejalan dengan itu, Wakil Rektor IV UIN Alauddin, Prof. Hamdan Juhannis menyerukan pada mahasiswa untuk berani melawan takdir meski melawan takdir itu tidak mudah. Hamdan mengakui bahwa pemerintahan Jokowi-JK sekarang telah melakukan akselerasi pembangunan fisik dan nonfisik melalui sejumlah program, seperti Indonesia pintar, Indonesia sehat, dan pembangunan infrastruktur.

Hanya saja, pemerintah perlu memastikan agar warga Indonesia tidak mengalami kelaparan karena rasa lapar membuat seseorang mudah marah, tersesat melakukan hal-hal yang tidak dinginkan.

“Ampun Pak Jenderal, seharusnya persentasi tadi menghadirkan bagaimana konsep revolusi mental Presiden kita. Itu menjadi kunci utama daya saing kita,” kritik Prof Hamdan.

Selain ketiga narasumber utama tersebut, tampil pula ketua ALMI Prof Jamaluddin Jompa, COE Goodnews From Indonesia, Wahyu Aji, Vokalis Pusakata, Mohammad Istiqomah Djamad, serta juara debat dari Fakultas Hukum Unhas, Kevin Bonaparte, yang kesemuanya optimis memandang masa depan Indonesia di tahun 2045 dengan sejumlah prasyarat dan kondisi yang memungkinkan daya saing dan pembangunan Indonesia berjalan lancar.

Kegiatan talk show ini dikemas dengan santai dan jenaka dengan menampilkan stand komedi dari Zaka Kribo, yang membuat peserta dialog ketawa terpingkal-pingkal karena penampilan dan aksinya di depan panggung baruga.

Acara berlangsung sangat meriah dari pukul 10.00 pagi hingga 12.30 siang dengan dipandu oleh pembawa acara muda Pangeran Siahaan dan Iman Sjafei. Acara tersebut ditutup dengan saling memberikam cenderamata antara pihak Unhas yang diwakili Rektor Unhas Prof Dwia dan Kepala KSP RI Jenderal Purnawiran Moeldoko.

Talk show yang berlangsung sejak pukul 09.30 WITA ini dihadiri oleh 1.270 peserta, mayoritas adalah mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Makassar. (*)


div>