RABU , 12 DESEMBER 2018

Tantangan Perubahan

Reporter:

Editor:

Lukman

Kamis , 09 Agustus 2018 12:40
Tantangan Perubahan

Rusdi Hidayat Jufri

DI Tahun 2000 awal Rheinald Kasali pernah mengeluarkan buku yang berjudul Change your DNA. Point pentingnya adalah menyampaikan agar setup perusahaan harus bisa bersiap untuk menghadapi perubahan.

Ada sebuah Paradok dalam Change atau perubahan adalah, yang dikenal sebagai the Paradox Of Change. Bahwa, jika seseorang atau perusahaan berada dalam kondisi yang blik atau apalagi sedang jayanya, mengapa harus memikirkan perubahan ? Dan ironisnya, ketika perusahaan mulai goyang dan menuju titik kebangkrutan, barulah mereka mengambil keputusan kita harus berubah.

Sebenarnya tidak ada kata terlambat untuk berubah. Namun saya garansi, anda akan membutuhkan effort lebih besar, sumber daya lebih besar, untuk dapat bangkit dan kembali ke rel yang semestinya.

Mengapa ? karena pada saat itu penjualan sangat menurun sehingga pemasukan tidak ada

bahkan minus. Kedua, Pada saat laporan keuangan kita performanya buruk, maka akan susah untuk meyakinkan para investor untuk kembali menyuntikkan dana hanya bermodal prospek dan proposal.

Saat ini, telah terjadi perbuahan perilaku manusia di semua lini. Penyebabnya adalah teknologi. Dulu ketika saya kuliah, saya sudah sering mendengar istilah Digitalisasi. Trend perubahan kerja berbasis digital. Dan yang berubah adalah alat kerjanya. Dari manual, menggunakan paper, berubah ke menggunakan komputer, paperless. Ternyata perkembangan trend digital ini berkembang melebihi prediksi.

Digitalisasi tidak menggantikan alat kerjanya saja, tapi juga menggantikan orangnya.
Manusia sebagai pelaku produksi tergantikan dengan mesin kecerdasan yang dianggap lebih detil, dan disiiplin. Bahkan oleh beberapa pekerjaan dianggap lebih kuat dalam daya ingat dan memorize.

Sehingga untuk bersaing dengan komputer dalam pekerjaan yang terkait data dan analisa, berat untuk bersaing. Kalau kuliah dan pendidikan kita masih bermain dalam rana menghafal buku-buku pelajaran, kita akan tersingkir oleh pekerjaan mesin. Saya garansi, tidak lama lagi, akan banyak pekerjaan manusia yang tergantikan oleh mesin. Teller di Bank akan semakin berkurang. Waiters di restaurant akan semakin berkurang. Semuanya akan tergantikan dengan fungsi mesin dan kecerdasan buatan.

Sebenarnya, semua bentuk peralihan peran dan fungsi ini tujuannya utamanya adalah, bagaimana melakuan peningkatan produksi (Productivity) dan Penekanan biaya (Efisiensi). Mesin gak kenal lelah, dan tidak butuh makan.

Manusia butuh rutinitas dalam hal makan dan minum. Mesin Tidak pernah mengeluh, sedangkan manusia mudah berkeluh kesah dan menuntut hak lebih. Namun ada sebuah nilai utama dari manusia yang tak akan tergantikan oleh mesin dan teknologi, yaitu Moral dan etika.

Jika manusia telah kehilangan moral dan etika, maka saya akan mendukung 100 persen peralihan fungsi dan peran dari manusia ke mesin. (*)

Oleh : Rusdi Hidayat Jufri
Ketua KOMTAP UKM KADIN Sulsel


div>