KAMIS , 20 SEPTEMBER 2018

Tanyakan Ke Hati Kita

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Sabtu , 15 September 2012 10:20

SUASANA sebagian ruas jalan di Kota Makassar, terutama di sekitar Jalan AP Pettarani, kemarin macet total. Ya, saat itu dua kandidat gubernur mendaftar di KPU Sulsel. Ribuan warga tumplek di sepanjang Jalan AP Pettarani, dimana kantor KPU berada. Mereka mengantar jagoannya mendaftar yang datang bergantian.

Namun di bagian lain, aktivitas sebagian warga lainnya tampak seperti biasa. Ada yang membicarakan masalah pendaftaran kandidat gubernur di warkop-warkop. Ada yang menonton lewat televisi lokal. Namun, tak sedikit pula yang terlihat acuh tak acuh.

Sebenarnya, pedulikah kita dengan Pemilihan Gubernur? Pernahkan kita membicarakan masalah pilgub selama menonton sinetron atau gosip artis di televisi? Berapa lama waktu yang kita habiskan untuk memperhatikan iklan para kandidat gubernur di televisi atau di koran-koran, kemudian menimbang-nimbang janji-janji mereka?

Nah, kalau memang kita peduli dengan masa depan Sulsel, perhatikan dengan cermat para kandidat yang sudah mendaftar di KPU selama dua hari ini. Sudah ada tiga kandidat gubernur dan wakil gubernur yang mendaftar. Read them carefully! Perenungan kita selama lima atau paling lama 15 menit, akan sangat menentukan masa depan Sulsel lima tahun ke depan.

Tidak peduli seberapa sinisnya Anda dengan kandidat (kalau memang ada), namun perlu disyukuri bahwa betapa beruntungnya kita telah menjadi warga Sulsel. Tapi sebagai warga Sulsel, sudahkah kita peduli akan Pemilukada yang saat ini sudah mulai menghangat?Apakah kita sudah “melek” dengan tiga kandidat yang telah mendaftar di KPU?

Nah, mulai sekarang, sudah saatnya kita meluangkan sedikit waktu untuk menilai setiap kandidat secara cermat dan hati-hati.

Banyak yang bisa ditanyakan dalam hati kita untuk menakar-nakar para kandidat. Apa saja itu? Misalnya, apakah si calon gubernur itu memiliki segudang kebijaksanaan dan penalaran untuk duduk di kursi 01 Sulsel? Ragam dan kualitas pengalaman seperti apa yang ia miliki? Apakah tiap calon itu mempunyai kecakapan-kecakapan dan penting, pendidikan dan pengalaman yang komplementer?

Bila kita pernah membaca visi-misi mereka di koran atau paling tidak pernah mendengar dan melihat iklannya lewat televisi, tentu akan mendapatkan pesannya. Nah, saat itulah kita bisa membandingkan, pesan dari kandidat gubernur yang mana yang dianggap sungguh-sungguh mencerminkan rencana-rencana kebijakannya. Apakah kebijakan-kebijakannya yang disampaikan melalui media (cetak, radio, selebaran, iklan, dll) itu memungkinkan kita untuk menimbang-nimbangnya sebagai kebijakan yang realistis?

Lalu, perhatikan juga, apakah rencana kebijakan-kebijakannya itu sudah memperhatikan persoalan-persoalan yang menurut kita penting, baik bagi kita sendiri maupun bagi daerah ini? Apakah pesan kampanye dan kebijakannya itu cukup terinci sehingga kita bisa mengevaluasinya dengan baik, dan membandingkannya dengan visi-misi dari calon lainnya. Perlu juga diketahui, apakah para kandidat itu teguh akan pesan-pesan utamanya.

Perlu juga dipertimbangkan, bagaimana cara kandidat ini mencitrakan dirinya kepada publik, apakah pidato-pidatonya, wawancaranya, dan iklan-iklannya berdasarkan fakta-fakta. Atau, apakah informasinya disampaikan kepada publik secara kabur, tidak fair, tidak akurat, atau negatif. Apakah ia sudah menghindari pesan-pesan yang berdasar pada stereotip, kebencian, dan pemecah-belahan kultural?

Itulah yang perlu kita renungi sebelum menentukan pilihan.

Lalu, kembali ke diri kita, apakah kita sudah siap untuk memberikan suara berdasarkan pemikiran, kesadaran, dan niat jujur? (*)


Tag
div>