KAMIS , 13 DESEMBER 2018

Target Lelang IPAL Losari Molor

Reporter:

get_the_user_login

Editor:

asharabdullah

Rabu , 18 April 2018 11:45
Target Lelang IPAL Losari Molor

Wakil Walikota Makassar, Syamsu Rizal. foto: rakyatsulsel.

* PPK: Paling Lambat Akhir April

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Proyek Strategi Nasional yang berlokasi di Makassar yakni Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Losari di Jl Metro Tanjungan Bunga Kelurahan Maccini Sombala belum juga ditender. Padahal Wali Kota Non Aktif Moh Ramdhan Pomanto menginstruksikan tender dilakukan Maret lalu.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal MI mendesak seluruh instansi terkait untuk mempercepat pembangunan proyek tersebut.

“Tahap pertama sudah selesai, tahap dua kita lakukan tahun ini dengan anggaran Rp360 miliar dengan dua paket. Kita mau lakukan akselerasi percepatan untuk menjamin proyek ini bisa jalan tepat waktu dan optimal,” ucap Syamsu Rizal, Selasa (17/4) kemarin.

Saat ini, pemkot mengintensifkan koordinasi dengan kejaksaan dan kepolisian untuk mengawal pembangunan IPAL Losari, khususnya pembebasan lahan yang dikuatirkan kedepan akan bermasalah. “Jangan lagi ada rugi masyarakat Makassar karena tahun lalu tidak jalan karena aspek-aspek dan pertimbangan hukum,” ucap Syamsu Rizal.

Lanjut Deng Ical, sapaan Syamsu Rizal, tahap pertama pada tahun 2017 pembebasan dan penimbunan lahan sudah berkisar 2,9 hektare dengan menghabiskan anggaran sekira Rp7 miliar. Sementara tahap kedua ini akan dilakukan penimbunan sekira 2,6 hektare sekaligus pembangunan fisik.

“Jadi daerah di barat kota Makassar melakukan pembuangan ke IPAL Losari. Sehingga, kedepan Pantai Losari sudah bersih,” harap Deng Ical.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar, Muh Anshar mengatakan, pertemuan dengan Kementerian PUPR dan Konsultan untuk memberikan tawaran teknologi yang akan digunakan di IPAL Losari nanti.

“Ada empat Teknologi yang ditawarkan namun hal itu dipertimbangkan misalnya soal lokasi IPAL dimana dan itu harus dipilih betul-betul, ada juga alternatif yang ke tiga dan ke empat itu hanya butuh lahan tidak terlalu besar dan keluarannya bersih dan ini kita diminta untuk memilih,” jelas Muh Anshar.

Ia mengatakan bahwa kemungkinan desain IPAL Losari akan menggunakan teknologin yang butuh lahan sedikit, sekira 3,2 hektare dari total lahan 5,2 hektare. Sisanya akan digunakan sebagai taman kota.

“Tahun 2018 kita usulkan kurang lebih Rp 4 miliar untuk penimbunan dan pemagaran dan saat ini sudah seperdua dari total lahan pembangunan IPAL Losari,” ucap Muh Anshar.

Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian PUPR, Setia Dinnoor mengatakan, pihaknya menargetkan tender IPAL Losari pekan depan dan paling lambat akhir April. “Ada dua paket untuk pemasangan jaringan pipa, itu sebesar Rp 360 miliar, kan ada dua paket jadi tiap paket itu anggarannya Rp 180 miliar,” ucap Setia Dinnoor. (*)


div>