RABU , 15 AGUSTUS 2018

Target “Sapu Bersih” Kemenangan

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Senin , 21 September 2015 11:22
Target “Sapu Bersih” Kemenangan

TARGET KEMENANGAN: Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, Hinca Panjaitan memberikan arahan pada Rapat Koordinasi Daerah Demokrat Sulsel di Makassar, Minggu (20/9). Dalam rapat tersebut dirinya menargetkan kemenangan di 11 pilkada serentak di Sulsel.

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Partai Demokrat sesumbar amapu berbicara banyak di pilkada serentak, 9 Desember mendatang. Partai berlambang Mercy ini bahkan mulai mematangkan strategi pemenangan.

Khusus di 11 pilkada di Sulsel, Partai Demokrat punya target tinggi. Menyapu bersih atau memenangkan seluruh kandidat usungan di pilkada nanti.  Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, Hinca Panjaitan meminta khusus kepada pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Sulsel memenangkan 11 pilkada di Sulsel. Seluruh kader partai diminta berjuang secara maksimal agar seluruh kandidat yang diusung meraup suara terbanyak.

“Ini adalah target. Menjadi kewajiban kader dan pengurus, baik di DPD maupun DPC,” kata Hinca saat membuka Rapat Koordinasi Daerah Demokrat Sulsel di Makassar, Minggu (20/9).

Hinca menegaskan, DPP secara rutin memantau kader di Sulsel untuk memastikan semuanya aktif bekerja. Menurutnya, kemenangan di pilkada menjadi pondasi bagi Demokrat menuju pemilihan umum tahun 2019.

“Semakin banyak kepala daerah usungan yang terpilih, semakin mudah perjuangan meraup suara di pemilu. Apalagi Pak Susilo Bambang Yudhoyono (Ketua Umum Demokrat) telah mencanangkan target kemenangan pada pemilu nanti,” ujarnya.

[NEXT-RASUL]

Olehnya itu, DPP Demokrat meminta semua elemen partai di daerah bergerak untuk memastikan kemenangan para kandidat usungan. Bagi kader yang tinggal diam, dia memastikan sanksi tegas yang bisa berujung pada pemecatan.

“Kita akan evaluasi. Saya tidak mau mendengar ada yang tidak bekerja. Kami akan mengirimkan orang untuk memantau,” jelasnya. Tahun ini, pilkada berlangsung di 11 kabupaten di Sulsel.

Menurut Hinca, itu tidak berarti bahwa hanya 11 DPC yang akan bekerja keras. Adapun DPC di 13 daerah lain juga disebut dapat berperan aktif menyumbangkan tenaganya. Begitu pun sebaliknya pada pilkada serentak di daerah lain tahun depan.

Ketua DPP Demokrat Pramono Edhie Wibowo meminta semua kader optimistis menghadapi pilkada. Menurut dia, kader di Sulsel punya modal berupa keberanian yang bisa diandalkan untuk berjuang. Maka, tidak ada alasan untuk takut agar mencapai kemenangan.

Pramono menganggap keberanian mesti ditanamkan bagi seluruh kader. Bagi yang merasa setengah hati berjuang, dia mengingatkan agar sejak dini mundur dari partai. “Kalau ada yang penakut, silakan cari partai lain,” tegasnya.

[NEXT-RASUL]

Dalam Rakorda Demokrat Sulsel kemarin dihadiri seluruh pengurus partai dari 24 kabupaten. Selain itu, sejumlah calon bupati usungan Partai Demokrat juga datang. Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Demokrat Sulsel Ni’matullah mengatakan rapat koordinasi untuk memastikan mesin partai bersatu padu untuk menghadapi agenda pilkada. Instruksi dari DPP untuk memenangkan pilkada bersifat wajib untuk dijalankan.

Ni’matullah memastikan seluruh bawahannya di Sulsel kompak menyatukan dukungan untuk kandidat bupati usungan. Kandidat usungan sebelumnya dipilih oleh DPP berdasarkan sejumlah pertimbangan, sehingga harus dipatuhi secara menyeluruh. “Kalau ada kader yang mencoba tidak patuh, sudah pasti kena sanksi,” terangnya.

Ni`matullah mengatakan Demokrat telah melakukan system yang sangat ketat dalam mengusung figur. Mulai dari pembentukan Desk Pilkada di tingkat kabupaten dan provinsi, survei, fit and proper test, dan pemaparan di DPP.

Dimana semua mekanisme dan pertimbangan usungan dikembalikan ke DPD. DPP hanya menetapkan satu nama dari dua nama yang direkomendasikan DPD. Dan DPP tidak lagi mengambil nama di luar itu.

“Dari 96 nama kandidat yang mendaftar hingga mengerucut menjadi 27 nama rata-rata nama yang kita bawa ke DPP ada dua nama. DPP Demokrat sudah sangat ketat dalam menentukan usungan.

[NEXT-RASUL]

Tidak ada lagi calon yang bisa melakukan by pass atau komunikasi langsung ke DPP. Semua dikembalikan ke DPD. Karena DPP punya mekanisme sendiri, jadi jika ada yang melakukan by pass pasti mentok.

Ini yang membuat Demokrat sangat tertib dalam proses seleksi figur sehingga tidak ada potensi riak-riak dibawah,” kata dia. Dibandingkan dengan Partai lainya, Demokrat dinilai paling siap menghadapi Pilkada serentak 9 Desember mendatang.

Demokrat dinilai bisa saja menjadi partai yang paling unggul dalam mendominasi kemenangan di 11 pilkada di Sulsel. Indikasinya selain menjadi satu-satunya partai politik yang utuh mengusung figur pasangan calon bupati dan wakil bupati di 11 pilkada di Sulsel, dalam proses penjaringan, penyaringan dan fit and proper test, partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono tersebut dinilai paling solid, rapi dan tertib dalam melakukan proses tekhnis seleksi.

Diketahui Demokrat utuh mengusung figur pasangan calon untuk bertarung di 11 Pilkada di Sulsel yakni, Andi Maddusila Andi Idjo – Wahyu Permana Kaharuddin (Gowa), Andi Sukri Sappewali – Tomi Satria (Bulukumba), Nurhusain – Esra Lamban (Luwu Timur), Indah Putri Indriani – Thahar Rum ( Luwu Utara), Nico Biringkanae – Victor Datuan Batara (Tana Toraja), Frederik Batti Sorring – Frederik Buntang Rambelayuk (Toraja Utara), Malkan Amin – Salahuddin Rum (Barru), Lutfi Halide – Zulkarnaen Soetomo (Soppeng), Syamsuddin Hamid – Syahban Sammana (Pangkep), Husein Rasul – Sudirman (Maros), Saiful Arif – Djunaidi Faisal (Selayar).

Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad mengatakan soliditas Demokrat menjadi modal politik yang sangat penting sehingga berhasil mengusung secara utuh di pilkada serentak. Hal ini menjadikan peluang menang bagi partai tersebut lebih besar.

[NEXT-RASUL]

“Meski daerah tertentu Demokrat mengusung kader partai lain dan berkoalisi, namun tetap Demokrat dapat mendominasi. Setidaknya Demokrat kembali menjadi ancaman bagi Golkar dan partai lain di Sulsel,” ujarnya.

Namun dengan utuh mengusung di 11 pilkada, Demokrat justru memiliki tugas berat dalam menjaga keutuhan kader dan mesin politiknya terutama mensterilkan partai tersebut dari isu-isu menjelang Musda maupun pilkada sendiri.

“Tugas beratnya sekarang adalah menjaga kader tetap solid, dan tidak terkonsentrasi pada agenda partai selanjutnya, semisal Musda. Selain itu Demokrat juga mesti mensterilkan kader-kader Demokrat yang terindikasi tidak memenangkan usungan partai,” kata Firdaus.

Dirinya menambakan, proyeksi Demokrat bisa saja menjadi partai yang lebih unggul dalam mendominasi kemenangan dalam pilkada serentak gelombang pertama ini. Hal itu jika Demokrat mampu memenuhi setidaknya lima syarat yang menjadi kunci kekuatan Demokrat.

Pertama yakni menggerakkan dan memaksialkan fungsi legislator Demokrat dari masing-masing dapil di 11 daerah yang berpilkada, untuk meyakinkan konsituennya dalam memenangkan figur yang diusung Demokrat dan koalisinya.

[NEXT-RASUL]

Kedua, menjamin soliditas mesin partai di lingkup paling bawah, karena infrastruktur partai di tingkat ranting menjadi garda depan mengenali, menghimpun dan meyakinkan pemilih untuk memilih figur usungan Demokrat.

Ketiga, mensinergikan visi misi dan semboyan partai terhadap figur yang diusung. Keempat, Demokrat mesti mampu melakukan strategi pembeda dengan parpol lainnya atau figur kepala daerah yang tidak diusung Demokrat, khususnya mengenai program-program Demokrat bersama koalisi dan figur yang diusungnya dalam berjuang di pilkada.

Kelima, adanya sinergi antara legislator di berbagai tingkatan di daerah, dalam rangka mempengaruhi masing-masing basis suaranya dalam memaksimalkan kemenangan Demokrat di Pilkada.

“Hal ini tidak akan sulit dilakukan oleh Demokrat, karena dari segi kesiapan di internal partai, Demokrat merupakan partai yang paling kondusif. Demokrat selama pilkada ini belum ditemui adanya riak-riak yang dapat mengganggu stabilitas politik Demokrat dalam meraih target di Pilkada, jika itu bisa dipertahankan maka potensi Demokrat mendominasi Pilkada berpeluang terjadi,” pungkasnya. (E)


Tag
  • HL1
  •  
    div>