SELASA , 18 DESEMBER 2018

Tari Nagari Lan-Utama Pukau Pengunjung Makassar F8

Reporter:

Iskanto

Editor:

Sabtu , 13 Oktober 2018 10:20
Tari Nagari Lan-Utama Pukau Pengunjung Makassar F8

TAMPIL MEMUKAU. Salah satu penari menampilkan Tari Nagari Lan-Utama pada hari kedua Eevent Makassar F8, di Pantai Losari, Makassar, Kamis (12/10) malam.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Sejumlah atraksi budaya tampil dalam even International Eight Festival and Forum (F8) 2018, yang digelar pemerintah Kota Makassar.

Salah satunya, Tari Nagari Lan-Utama asal DI Yogyakarta.
Tari Nagari Lan-Utama yang tampil pada hari kedua F8, Kamis (12/10) malam, di Pantai Losari, Makassar ini menjadi representasi Keraton Ngayogyakarta Hadinigrat.

“Kehadiran kami sebagai bagian branding pariwisata Sleman. F8 ini luar biasa. Animo pengunjungnya sangat tinggi. Dan, Tari Nagari Lan-Utama ini simbol kekayaan yang dimiliki wilayah Yogyakarta secara umum. Ada banyak konsep yang kami adopsi dari beragam budaya dan simbol Keraton Yogyakarta,” ungkap Sutradara dan Penata Tari Nagari Lan-Utama Anang Wahyu Nugroho.

Pengambilan nama tarian didasarkan pada filosofi arah mata angin. Sebab, posisi Sleman berada di sisi Utara dari keraton. Jadilah posisi ‘Utara’ diadopsi sebagai label tarian yang dimunculkan dalam kata ‘Utama’.

“Ada banyak simbol dari Yogyakarta yang kami ambil. Kesemuanya ini ditampilkan dalam properti dan gerakan tarian. Intinya, posisi Keraton Yogyakarta ini sebagai ‘pancer’ atau pusat dari semua. Wilayah ini juga sangat kaya dan subur. Potensi alam dan budayanya sangat luar biasa,” katanya.

Simbol lain yang ditampilkan adalah properti berupa 2 karakter naga yang disimbolkan ‘Sengkala Memet’ atau gambaran dari tahun pertama keraton berdiri.

Menguatkan warna Sleman, potensi lain juga ditampilkan. Ada Salak Pondoh dan Batik Sinom Parijotho.
Sementara, Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural Esthy Reko Astuty, mengacungkan jempol untuk pelaksanaan F8 tahun ini.

“F8 benar-benar membagikan inspirasi. Panggung besarnya menambah pengetahuan dan exprience baru bagi pengunjung. Ada banyak pesan moral terbaik yang disampaikan, selain simbolisasi dari kekayaan budaya daerah. F8 ini memang luar biasa,” ujar Esthy.

Dukungan yang sama disampaikan Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar, Ricky Fauzi.

“Selalu ada pengetahuan dan kejutan baru yang ditawarkan F8. Inilah daya tarik terbaik dari festival ini. Pastikan Anda berada di F8. Festival ini masih memiliki banyak kejutan. Ada aksi ADA Band dan PADI Reborn di closing ceremony nanti,” jelas Ricky.

Pelaksanaam F8 diwarnai juga dengan aksi peduli sosial untuk korban bencara Palu-Donggala-Sigi. Kali ini donasi Rp38 Juta diberikan Persatuan Penulis Nasional Malaysia.
Selain itu, Pemerintah Kota Makassar juga mendonasikan Rp1 Miliar bagi para korban bencara tersebut. Malam kedua festival ditutup aksi Virzha.

“Apresiasi bagi F8. Dengan kekuatan atraksinya, festival ini selalu dibanjiri banyak pengunjung. Kami ini gembira karena semua bisa berbagai kegembiraan di sana. Mereka juga bisa belajar banyak dari pesan-pesan yang disampaikan. Tetap enjoy F8,” tutup Menteri Pariwisata Arief Yahya yang sukses membawa Kemenpar No. 1 dan terpilih sebagai #TheBestMinistryTourism2018 se-Asia Pasifik di Bangkok. (*)


div>