SENIN , 19 NOVEMBER 2018

Taufan Harap Seminar Tarjih Muhammadiyah Beri Solusi

Reporter:

Editor:

dedi

Sabtu , 04 Maret 2017 20:22
Taufan Harap Seminar Tarjih Muhammadiyah Beri Solusi

Wali Kota Parepare HM Taufan Pawe, saat memberikan sambutan dalam Seminar Nasional Tarjih dan Tajdid PW Muhammadiyah Sulsel, Sabtu (04/03/2017).

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM – Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Sulawesi Selatan, melalui Majelis Tarjih dan Tajdid, menggelar Seminar Nasional Tarjih dan Tajdid, di Hotel Grand Star, Sabtu (4/3).

Seminar dihadiri Wali Kota Parepare HM Taufan Pawe, dan sejumlah petinggi PW Muhammadiyah Sulsel.

Ketua Panitia, Mahsyar Idris, mengatakan, seminar kali ini mengangkat tema “Revitalisasi Tarjih dan Tajdid Menuju Sulawesi Selatan yang Berkemajuan”. Adapun yang dibahas, kata dia, mengenai penyatuan kalender Hijriyah Global, Manhaj Tarjih Muhammadiyah, metode penetapan awal bulan Ramadhan dalam perspektif Al-Qur’an dan Hadits.

“Seminar ini akan kami akan laksanakan selama dua hari. Kami berterima kasih atas kepedulian Wali Kota Parepare, yang bersedia hadir memberikan sambutan dan arahnnya,” katanya.

Ketua Majelis Tarjid PW Muhammadiyah Sulsel, Jalaluddin Sanusi, menjelaskan, Tarjih dan Tajdid merupakan pemikiran Islam dalam Muhammadiyah, sebagai gerakan pembaharuan yang kritis maupun dinamis, di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

Selain itu, kata dia, Majelis Tarjih dan Tajdid harus proaktif dalam menjalankan problem, dan tantangan perkembangan sosial budaya maupun kehidupan pada umumnya. Sehingga, katanya, Islam selalu menjadi sumber pemikiran, moral, dan sosial di dalam kehidupan masyarakat, bangsa dan negara yang sangat kompleks.

“Kami melihat ada potensi pembinaan keagamaan yang sangat baik dan teratur di Parepare. Sehingga, ke depannya harus terus ditingkatkan dan dikembangkan,” ungkapnya.

Sementara, Wali Kota Parepare HM Taufan Pawen mengatakan, Muhammadiyah merupakan organisasi keagamaaan untuk menangani problematika keummatan. Selain itu, kata dia, juga menjadi salah satu pilar penyangga utama, dalam pelaksanaan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurut Taufan, panduan dalam beribadah yang bersumber dari Al-Qur,an dan Hadits, memerlukan peranan Majelis Tarjih supaya perbedaan-perbedaan yang ada, bisa diperkecil dan tetap bersifat substansial sesuai perintah dalam Al-Qur’an dan Hadits.

“Kami berharap, solusi-solusi yang dihadirkan dalam seminar ini, mampu menyelesaikan masalah-masalah khususnya perbedaan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat,” tandasnya.


div>