SABTU , 20 OKTOBER 2018

Taufan Pawe Berlakukan Denda Bagi Proyek yang Telat Rampung

Reporter:

Editor:

Azis Kuba

Selasa , 12 Januari 2016 21:22

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM – Beberapa proyek pembangunan yang merupakan luncuran pada 2015 lalu minta ditinjau oleh Wali Kota Parepare, Taufan Pawe. Ia pun meminta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk menyurati kontraktor proyek tersebut terkait pengenaan denda keterlambatan.

Adapun proyek yang ditinjau meliputi proyek Rumah Sakit Umum Tipe B Plus di daerah Tonrangeng senilai Rp41 miliar, proyek akses jalan masuk ke Rumah Sakit Umum Tipe B Plus senilai Rp4,8 miliar, proyek Tugu Pramuka di eks patung Blue Band, serta proyek Senggol senilai Rp15,9 miliar.

Taufan minta agar penanggung jawab pelaksana proyek, Andi Johan Arfa, segera merampungkan seluruh item kontrak. Rencananya, proyek ini akan kembali dilanjutkan proses pekerjaannya pada tahun ini dengan anggaran bantuan dari pemerintah pusat.

Taufan juga meninjau proyek akses jalan masuk ke Rumah Sakit Umum Tipe B Plus. Disini dia mengkritisi kontraktor proyek yang dinilainya lambat menyelesaikan proyek dimaksud.

Padahal kata dia, semestinya proyek yang dikerjakan PT Jenifer Utama Karya ini sejak Oktober 2015 itu, tidak lebih dari satu bulan kontrak sudah bisa rampung. “Namun faktanya hingga memasuki Janauri 2015 ini belum tanda-tanda rampung,” kata Taufan prihatin.

Ia pun segera memerintahkan PKK proyek dimaksud agar segera menyurati pihak kontraktor. “Surati dia agar rampungkan pekerjaannya, termasuk pengenaan denda atas keterlambatan pekerjaan yang dilakukan,” tegas Taufan.

Taufan juga meninjau proyek Senggol yang kini juga telah memasuki tahapan perampungan pekerjaan. Taufan kembali menyatakan obsesinya bahwa proyek ini akan menjadi kebanggaan masyarakat Parepare.

Menurutnya Senggol pasca revitaliasasi akan menjadi ikon baru Kota Parepare, dan menjadi salah satu daya tarik orang dari luar daerah datang berkunjung ke Parepare. Proyek ini akan menghilangkan kesan kumuh di kawasan tersebut yang tak enak dipandang mata.

Sebelumnya, PPK Proyek Revitalisasi Senggol, Suhandi, menjelaskan anggaran pembangunan pasar ini berasal dari dana Tambahan Dana Alokasi Khusus 2015 sebesar Rp9,6 miliar dan bantuan APBN 2014 sebesar Rp6,3 miliar.

Anggaran ini digunakan merevitalisasi kasawan senggol bagian luar dan penjual ikan serta sayur mayur, dengan panjang fisik bangunan sekitar 300 meter. Sementara untuk revitalisasi senggol bagian dalam (penjual cakar), akan diupyakan dikerja tahun 2016 ini.


div>