SABTU , 17 NOVEMBER 2018

Taufan : Saya Ingin Imam Masjid Bagian dari Status Sosial

Reporter:

Editor:

Niar

Minggu , 16 April 2017 19:52
Taufan : Saya Ingin Imam Masjid Bagian dari Status Sosial

Wali Kota Parepare HM Taufan Pawe saat memberikan sambutan dalam Manasik Umrah, di Gedung Barugae Rumah Jabatan Wali Kota Parepare, Minggu (16/04/2017).

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare kembali mengumrahkan 21 imam Masjid se-Kota Parepare. Hal tersebut, disampaikan Wali Kota Parepare HM Taufan Pawe saat memberikan sambutan dalam Manasik Umrah, di Gedung Barugae Rumah Jabatan Wali Kota Parepare, Minggu (16/04/2017).

Taufan mengatakan, Manasik merupakan bagian yang sangat penting dalam pelaksanaan ibadah di tanah suci Mekkah maupun Madinah. Karena, kata dia, apalah artinya program Umrah tersebut dijalankan, tanpa membekali imam Masjid dengan tuntunan dan bimbingan dalam Manasik.

“Manasik bertujuan untuk mencapai kesempurnaan ibadah Umrah. Dalam hal ini, materi Manasik yang berikan, sesuai dengan yang dicontohkan Rasulullah Saw. Selain itu, saat Umrah nantinya, minimal para imam Masjid juga bisa mengetahui perkembangan yang ada di Mekkah maupun Madinah,” katanya.

Taufan menjelaskan, program andalan Pemkot di bidang relijius, tidak akan pernah berhenti. Jika imam Masjid semua telah diumrahkan, katanya, maka Pemkot akan mencari masyarakat yang punya hak dan pantas untuk diberangkatkan Umrah. Pasalnya, lanjut dia, program kerja yang ada harus terukur dan nyata.

“Kami mencoba setiap bulan suci Ramadhan, penceramah yang di bawah naungan Kementerian Agama, yang bisa memberikan ceramah positif berupa pengembangan keummatan, juga akan diumrahkan,” jelasnya.

Taufan mengemukakan, pihaknya berkeinginan imam Masjid bagian dari status sosial, dengan cara meningkatkan kualitas hidup imam Masjid. Sehingga, tambah dia, imam Masjid dapat menuntun ummat, serta jadi teladan paling tidak di lingkungannya masing-masing.

“Imam Masjid bagian terdepan dari Pemkot, dan orang yang diposisikan mulia. Karenanya, marilah bicara yang baik kepada masyarakat, sebab Wali Kota milik rakyat, bekerja untuk rakyat, dan hadir untuk rakyat. Saya juga berpesan supaya imam Masjid yang berangkat Umrah, untuk senantiasa tetap menjaga nama baik Kota Parepare,” ungkapnya.

Taufan menerangkan, pihaknya berkomitmen kuat membangun umat khususnya di Kota kelahiran BJ Habibie tersebut. Sebab, tambah Taufan, imam Masjid merupakan sosk figur yang dapat menjadi teladan, dan memiliki nilai di lingkungannya. “Menyejahterakan bukan hanya lahiriah sematan, namun juga batiniah,” ujarnya.

Sementara, Imam Masjid Al-Muhajirin, Abdullah menuturkan, pihaknya sangat berterima kasih kepada Wali Kota Parepare yang sangat peduli dengan imam Masjid. Terlebih, kata dia, di samping mengumrahkan, Pemkot juga yang menyelenggarakan Manasiknya.

“Saya sangat bersyukur karena telah mendapat Umrah gratis dari Wali Kota. Mudah-mudahan kebaikan dan ketulusan hati Wali Kota kepada kami imam Masjid, diberi balasan yang berlipat ganda oleh Yang Maha Kuasa,” tandasnya.

Adapun pembawa Manasik Umrah yaitu, Das’ad Latif, yang merupakan Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Negeri Hasanuddin (Unhas) Makassar. Das’ad juga merupakan salah seorang Da’i kondang yang ada di Sulawesi Selatan. (luk)


Tag
div>