KAMIS , 26 APRIL 2018

Team Python Polres “Metro” Mamuju Ungkap Peredaran Narkotika Terbesar di Sulbar

Reporter:

Sudirman

Editor:

Lukman

Selasa , 10 April 2018 19:00
Team Python Polres “Metro” Mamuju Ungkap Peredaran Narkotika Terbesar di Sulbar

Team Python Polres "Metro" Mamuju memperlihatkan barang bukti sabu hasil tangkapan.

MAMUJU, RAKYATSULSEL.COM – Team Python Polres “Metro” Mamuju kembali berhasil mengungkap peredaran Narkotika Terbesar dan terbanyak di Provinsi Sulawesi Barat, Sabtu (7/4/2018), di jln A. Makassau Kab. Mamuju.

Dalam penangkapan tersebut, Team Python berhasil mengamanakan 2 (dua) orang tersangka dengan inisial DG (29) buruh bangunan, alamat Kota Palu Sulteng dan AL (32) buruh bangunan, alamat kota Palu Sulteng dengan Barang Barang bukti berupa Narkotika jenis shabu dengan berat bruto sebanyak 1 (satu) Kg, 6 (enam) butir Pil Ekstasi dan 1 (satu) unit Handphone merk nokia warna hitam.

Dari hasil interogasi awal diketahui bahwa ke dua orang tersangka tersebut merupakan kurir yang disuruh oleh bosnya yang berinisial A (29) Kota Palu Sulawesi Tengah, untuk mengambil narkotika jenis sabu dari seseorang yang tidak ia kenal di Kota Samarinda, Pulau Kalimantan.

Setelah mengambil paket narkotika, para pelaku rencananya akan membawa paket tersebut ke Kota Palu Sulteng dengan menggunakan kapal fery, namun aksinya berhasil digagalkan oleh Team Python Polres “Metro” Mamuju.

Kapolres “Metro” Mamuju, AKBP Mohammad Rivai Arvan, S.I.K, menjelaskan bahwa penangkapan tersebut merupakan hasil kerja keras Team Python, yang melakukan penyelidikan selama 2 (dua) bulan sehingga kasus tersebut dapat dibongkar oleh team elit yang ia bentuk.

“Jika dirupiahkan, barang bukti tersebut harganya mencapai 2 Miliar,” ungkap Kapolres, Selasa (10/04/2018).

“Pengungkapan kasus narkotika kali ini merupakan pengungkapan terbesar dan terbanyak di Provinsi Sulawesi Barat yang merupakan hasil kerja keras team elit Python yang saya bentuk pada awal tahun 2018 yang lalu dan jika dirupiahkan, harganya mencapai 2 (dua) Miliar Rupiah,” jelas AKBP Mohammad Rivai.

Lanjut dikatakan bahwa saat ini Team Python Polres “Metro” Mamuju masih melakukan pengembangan dan pengejaran terhadap pelaku lainnya yang diduga kuat berada di Pulau Kalimantan dan Provinsi Sulawesi tengah.

“Saat ini kami masih melakukan pengembangan dan pengejaran terhadap pelaku lainnya yang diduga kuat bersembunyi di kota samarinda dan kota palu Sulteng,” ucap Kapolres.

Atas perbuatannya kedua orang pelaku diancam dengan pasal 112 ayat (2) dan pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana hukuman mati. (*)


div>