KAMIS , 16 AGUSTUS 2018

Tega Kubur Orok Bayi, Karyawan Toko Ini Diciduk Polisi

Reporter:

Ramlan

Editor:

Lukman

Rabu , 21 Maret 2018 23:00
Tega Kubur Orok Bayi, Karyawan Toko Ini Diciduk Polisi

Karyawan toko diciduk unit reskrim jajaran Polres Gowa karena mengubur orok bayi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Seorang karyawan toko diciduk unit reskrim jajaran Polres Gowa setelah diketahui melakukan aborsi. Pelaku berinisial KW (21) diamankan lantaran tega mengubur orok bayi dari hasil hubungan gelapnya.

Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga menjelaskan, pelaku mengubur orok yang dibungkus jilbab warna putih di bawah pohon nangka. Pelaku melakukan hal tersebut untuk menghilangkan jejak kehamilannnya.

“Borok bayi yang berumur empat bulan tersebut merupakan hasil hubungan gelap antara KW (21) dengan kekasihnya,” urainya saat menggelar ekspos kasus di Mapolres Gowa, Rabu (21/3).

Shinto menambahkan, pelaku yang merupakan karyawan salah satu toko di sekitar Jalan Landak Makassar tersebut, berinisiatif menggugurkan kandungannya dengan mengonsumsi obat floxigara yang dipesan melalui online. Inisiatif itu dilakukan dikarenakan tidak mendapat restu dari orang tuanya.

“Dampak yang ditimbulkan setelah mengkonsumsi obat, membuat perut pelaku mulas yang sangat tinggi dan pusing, kemudian untuk menetralisir rasa pusing pelaku meminum obat puyer bintang toedjoe no 16,” ungkapnya

Selain itu, kata Shinto, dugaan akibat mengkonsumsi beberapa jenis obat tersebut membuat orok bayi berhasil keluar, selanjutnya pelaku menghubungi NH (20) yang merupakan saudara dari kekasih KW (21) yang juga seorang baby sister untuk membantu menguburkan jabang bayi tersebut.

Selanjutnya, mereka kemudian bersama-sama menguburkannya pun di bawah pohon nangka di Dusun Bangkala, Desa Jenemadinging, Kecamatan Pattalasang Kabupaten Gowa.

“Kejadiannya pada hari selasa malam, saat warga mendengar anjing menggonggong di samping rumahnya, dan dikejutkan dengan penemuan bayi berumur 4 bulan yang menjadi awal penyelidikan Polsek Bontomarannu,” terangnya.

Sementara, berdasarkan pengakuan warga, sebelumnya ada warga yang meminjam pacul dengan dalih untuk menguburkan bangkai tikus. Hal ini pun dibenarkan oleh pelaku NH (20) yang telah meminjam pacul kepada warga.

“Pelaku mengubur bayi di bawah pohon nangka bersama NH (21) dengan meminjam pacul ditetangga, dengan alasan akan mengubur bangkai tikus,” jelas Shinto.

Shinto menambahkan, pengungkapan ini berawal saat ditemukannya barang bukti berupa cangkul yang digunakan oleh pelaku untuk menggali kuburan bayi serta sisa obat jenis floxigra, satu papan cytotec, dua kaplet jenis klofeniramin maleat, dan empat shacet bintang toedjoe no. 16.

“Persangkaan terhadap pelaku KW dijerat dengan pasal 348 KUHP, dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan, hukuman paling lama 5 tahun 6 bulan penjara,” tutup AKBP Shinto Silitonga. (*)


Tag
  • polres gowa
  •  
    div>