SABTU , 17 NOVEMBER 2018

Tegas! Indonesia Kecam Uji Coba Nuklir Korut

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Senin , 04 September 2017 15:00
Tegas! Indonesia Kecam Uji Coba Nuklir Korut

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (Twitter)

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Indonesia mengecam uji coba senjata nuklir atau bom hidrogen Korea Utara pada Minggu (3/9) kemarin. Uji coba itu merupakan uji coba ke-6 sejak 2006. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Padangpanjang, Sumatera Barat (Sumbar) juga mendeteksi adanya uji coba nuklir yang dilakukan Korea Utara (Korut). Getaran nuklir tercatat sebesar 6,2 skala Richter (SR) dari titik pusat di Korut.

Dalam keterangan tertulis di media sosial Twitter, akun resmi Kementerian Luar Negeri menegaskan, kecaman terhadap uji coba senjata nuklur tersebut. Uji coba bom nuklir dianggap berbahaya bagi iklim dunia. Uji coba itu melepaskan berbagai materi radioaktif ke berbagai kawasan yang dapat membahayakan lingkungan dan kesehatan populasi dunia.

Selain itu, tindakan uji coba tersebut bertentangan dengan kewajiban Korea Utara terhadap resolusi-resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) terkait. Kementerian Luar Negeri menyebutkan Indonesia sudah sepakat untuk berkomitmen menciptakan perdamaian dunia.

Lokasi reaksi nuklir yang terpantau oleh seismograf BMKG (Istimewa)

Hal itu menjadi bukti Indonesia sebagai negara yang telah meratifikasi Konvensi Anti Tes senjata Nuklir (CTBT = Comprehensive Nuclear Test Ban Treaty). Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mendorong terciptanya dunia yang aman dari segala bentuk tes dan ledakan senjata nuklir.

Pemerintah Indonesia juga kembali menegaskan arti penting stabilitas di Semenanjung Korea. Dalam hal itu, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengajak semua pihak untuk berkontribusi terhadap penciptaan perdamaian, termasuk dengan mewujudkan denuklirisasi di Semenanjung Korea.

Korut menargetkan wilayah Guam menjadi sasaran ancaman nuklir. Joint Information Center di Guam mengeluarkan peringatan untuk penduduk sejak Sabtu (12/8). Tujuannya, warga Guam harus bersiap jika misil Korut benar-benar mendarat di wilayah mereka.

(ika/JPC)


div>