KAMIS , 16 AGUSTUS 2018

Teka-teki Partai Pengusung Agus

Reporter:

Al Amin - Fahrullah - Iskanto

Editor:

asharabdullah

Jumat , 22 Desember 2017 12:04
Teka-teki Partai Pengusung Agus

Dok. RakyatSulsel

– Pastikan Deklarasi 8 Januari 2018

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Bakal calon Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang, telah memastikan ikut bertarung di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2018 mendatang. Namun, ia memilih merahasiakan partai politik yang akan mengusungnya.

Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merupakan dua partai yang santer disebut-sebut akan mengusung Wakil Gubernur Sulsel dua periode ini. Namun saat dikonfirmasi, Agus tidak membantah ataupun membenarkannya. Ia tetap meminta publik bersabar hingga tanggal 8 Januari mendatang.

“Soal partai nanti pada hari H pasti tahu semua. Tapi yang disebut-sebut itu mungkin saja bisa lebih, bisa juga berkurang. Tergantung keputusan masing-masing partai,” kata Agus saat coba dikonfirmasi, Kamis (21/12) kemarin.

Agus menyampaikan, sejumlah persiapan untuk deklarasi sudah dilakukan. Ia mengaku memilih merahasiakan partai pengusung sampai waktu deklarasi sekaligus pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum (KPU), untuk memberikan kejutan kepada masyarakat, khususnya para pendukungnya.
“Tunggu tanggal 8 Januari pastinya semua. Doakan saja,” singkatnya.

Terkait wacana berpasangan dengan Wakil Sekjen Partai Golkar Tanribali Lamo, Agus juga mengaku masih dalam tahap komunikasi berdasarkan kesepakatan dengan partai pengusung. “Beberapa partai memang mengarahkan kesana (Tanribali, red),” pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Wakil Ketua Umum DPP Gerindra, Arief Puyono, mengakui, rekomendasi partai besutan Prabowo Subianto tersebut untuk Nurdin Abdullah – Andi Sudirman Sulaiman, belum final. Alasannya, Agus yang juga merupakan kader Gerindra masih intens melakukan komunikasi dengan Prabowo hingga saat ini.

“Memang rencananya dialihkan ke Agus Arifin Nu’mang. Tapi semua belum final, baik ke Nurdin Abdullah atau ke Agus,” ungkapnya.

Saat ditanya kapan Gerindra akan mengeluarkan keputusan final, Arief enggan berspekulasi. Menurutnya, semuanya tergantung dari hasil komunikasi antara Agus dan Prabowo. “Belum tau kapan finalnya. Kan Pak Agus belum kita tau bagaimana keinginannya,” tuturnya.

Berbeda dengan Arief Puyono, Wakil Sekretaris DPD Partai Gerindra Sulsel, Syawaluddin Arief, menegaskan, partainya tidak akan mengubah usungan dan tetap berada di barisan Nurdin Abdullah – Andi Sudirman Sulaiman. Menurutnya, sejauh ini tidak pernah ada pembicaraan perihal pengalihan dukungan, termasuk kepada Agus Arifin Nu’mang.

“Sikap Gerindra Sulsel tidak berubah. Kami tidak pernah membicarakan yang lain, tetap dengan Pak Nurdin Abdullah,” tegasnya.

Sementara, Pakar Politik Universitas Hasanuddin, Jayadi Nas, menilai, peluang Agus belum tertutup selagi pendaftaran di KPU masih terbuka. Menurutnya, Agus adalah politisi yang memiliki pengaman yang cukup banyak.

“Apa yang dilakukan Pak Agus sah-sah saja dalam politik. Dan sebagai politisi, pasti pengamannya cukup banyak sehingga sampai saat ini dia belum buang handuk. Karena memang, peluangnya masih terbuka,” kata Jayadi.

Namun, Jayadi mengingatkan agar Agus bisa bersikap arif dan bijak dengan situasi politik yang ada saat ini. Dimana, arah dukungan semua partai politik sudah jelas akan mengarah ke kandidat mana.

“Jika ingin mengambil partai-partai yang telah menentukan usungan, dari segi etika politik ini kurang bagus dan tidak memberikan pencerahan politik terhadap masyarakat. Karena itu, Pak Agus harus bersiap juga menjelaskannya ke masyarakat,” ucapnya.

Menurut Jayadi, dua partai yang berpeluang mengalihkan dukungannya kepada Agus adalah Demokrat dan PPP. Melihat, saat ini kedua partai tersebut mengusung Ichsan Yasin Limpo – Andi Mudzakkar, yang lebih memilih jalur perseorangan. “Yang paling berpeluang Demokrat dan PPP,” tebak Jayadi.

Sebelumnya, DPD Partai Demokrat Sulsel menegaskan, dukungannya kepada Ichsan Yasin Limpo – Andi Mudzakkar (IYL – Cakka) sifatnya telah final dan tidak akan berubah. Bahkan, Demokrat telah mengeluarkan dua titah untuk memenangkan pasangan ini. Pertama, Demokrat mengawal verifikasi faktual dukungan IYL – Cakka. Kedua, menginstruksikan kepada seluruh kader Demokrat di 24 kabupaten/kota untuk membuka ruang menerima tambahan dukungan KTP untuk IYL – Cakka.

“Untuk Pilgub Sulsel kami sudah selesai. Kami tidak main-main mendukung Pak Ichsan dan Pak Cakka. Hal ini kami sampaikan supaya tidak terjadi lagi isu dan wacana yang berkembang beberapa waktu terakhir ini perihal dukungan Demokrat,” tegas Ni’matullah, Ketua DPD Demokrat Sulsel. (*)


div>