JUMAT , 21 SEPTEMBER 2018

Tekan Kemiskikan Lewat Pendekatan Kultural

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Kamis , 13 April 2017 11:05
Tekan Kemiskikan Lewat Pendekatan Kultural

Agus Arifin Nu'mang

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang, membuka secara resmi rapat koordinasi Tim Pengendali Kemiskikan Daerah (TPKD) di Kantor Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), Rabu (12/4).

Agus AN Mengungkapkan, pihaknya tengah berupaya menurunkan angka kemiskinan di Sulsel yang saat ini mencapai 9,24 persen atau 796 ribu orang. Diyakininya, dengan adanya Metode Pemutakhiran Mandiri (MPM) program pengentasan kemiskinan akan lebih mudah dilakukan.

“Selama ini kita berdasar pada data BPS yang dilakukan pendataan setiap tiga tahun sekali. Dengan adanya MPM ini setiap saat bisa dilakukan pendataan, warga miskin bisa datang melapor sendiri,” ungkapnya diberitakan Rakyat Sulsel, Kamis (13/4).

Dia menjelaskan, saat ini sudah ada dua daerah yang menerapkan sistem MPM itu, yakni Kabupaten Bantaeng dan Kota Makassar. Kedepan pemprov berharap, seluruh daerah di Sulsel bisa mengaplikasikan sistem MPM ini.

Berdasarkan data, penduduk miskin lebih banyak terkonsentrasi di pedesaan. Sementara di perkotaan lebih banyak jumlah pengangguran.

“Kita bersyukur dengan adanya Dana Desa, namun sejauh ini masih lebih banyak dimanfaatkan untuk pembangunan insfrastruktur. Karena ini juga menjadi bagian penting, seperti jalan untuk memudahkan akses menjual hasil bumi,” jelasnya.

Menurutnya, pengentasan kemiskinan bisa dilakukan dengan pendekatan kultural dan sosial. Seperti di Sulsel dengan budaya Pacce. Masyarakat akan merasa malu jika ada tetangganya yang tergolong tidak mampu.

[NEXT-RASUL]

Sementara, Ketua Kelompok Kerja Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Elan Sastriawan menyatakan, MPM mulai dilakukan sejak tahun 2016. Data MPM ini bisa digunakan oleh semua pihak untuk program pengentasan kemiskinan.

“Data ini terbuka untuk kepentingan penanggulangan kemiskinan di daerah. Data ini memiliki NIK dan memungkinkan dilakukan koreksi jika ada kesalahan pencatatan,” pungkasnya. (***)


div>