SENIN , 19 NOVEMBER 2018

Tekan Pengangguran, BLK Pangkep Gelar Pelatihan Berbasis Kompetensi

Reporter:

Atho

Editor:

asharabdullah

Rabu , 07 Maret 2018 17:30
Tekan Pengangguran, BLK Pangkep Gelar Pelatihan Berbasis Kompetensi

Jpeg

PANGKEP, RAKYATSULSEL.COM – UPTD Balai Latihan Kerja, Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pangkep menggelar pelatihan keterampilan berbasis kompetensi di Aula BLK Pangkep, Rabu (7/3).
Pelatihan yang merupakan program kerja Kementrian ketenagakerjaan, direktorat jenderal pembinaan, pelatihan, dan produktifitas tersebut diikuti sebanyak 240 peserta dari dalam dan luar kabupaten Pangkep.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pangkep, Jufri Baso, yang ditemui usai membuka acara mengatakan, kegiatan tersebut sebagai upaya pemerintah dalam mempersiapkan SDM menghadapi persaingan global mendatang.
“Ini upaya mempersiapkan SDM di Pangkep khususnya, karena kita yakin kebijakan yang lahir nanti akan lebih keras, karena menuntut keahlian yang kompleks, jangan sampai anak anak kita jadi penonton di negeri sendiri,” ungkapnya.
Dia menambahkan, tidak hanya mempersiapkan SDM, kegiatan tersebut juga diharap mampu menekan angka kemiskinan di Pangkep, dimana masyarakat yang dulunya tidak memiliki kemampuan, berubah menjadi tenaga mandiri yang profesional.
“Program ini kita harap mampu membuka lapangan kerja yang tentu bersubstansi pada upaya pemerintah dalam menekan angka kemiskinan yang saat ini tembus 16 persen di Pangkep”, tambah mantan Camat Labakkang tersebut.
Terpisah, Kepala UPTD BLK Pangkep, Syahruddin mengungkapkan bahwa kegiatan yang murni didanai oleh APBN tersebut diakui tidak sebatas formalitas, lantaran diakui tidak aemua peserta akan dinyatakan lulus bersertifikat, lantaran pada tahap akhirnya akan dihadapkan pada uji kompetensi dari para ahli dibidang yang diikuti.
“Peserta yang yang ratusan ini juga, nantinya tidak semua lulus, karena kembali akan diuji kompetensi, untuk mengantongi sertifikat, apakah layak atau tidaknya, apalagi penguji nanti ahli dibidang masing masing,” ujarnya.
Kegiatan pelatihan ini sendiri disambut antusias warga, lantaran jumlah pendaftar yang membludak, sementara kuota yang berhak ikut dalam pelatihan tersebut hanya 240 peserta.
“Kita kemarin kedatangan 400an pendaftar, tapi kami hanya menerima 240 peserta, untuk tujuh bidang kejuruan, bahkan ada yang datang jauh dari Kendari,” tambahnya
Dia menjelaskan, saat ini angka pengangguran di Pangkep, dari data 2015 mencapai angka kurang lebih 9000 orang, yang didominasi lulusan SMA/Sederajat sehingga untuk tahun ini, BLK Pangkep mencoba membuka 30 paket pelatihan dari 7 kejuruan, dimana pada tahap awal sebanyak 15 paket pelatihan pada periode februari hingga maret 2018, yang kemudian kembali melaksanakan 15 paket pelatihan pada juni mendatang.

div>