SENIN , 18 DESEMBER 2017

Tekanan Gerindra “Ganggu” NA – ASS

Reporter:

Suryadi-Iskanto-Fahrullah

Editor:

asharabdullah

Jumat , 08 Desember 2017 11:53
Tekanan Gerindra “Ganggu” NA – ASS

Doc.RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Tekanan yang diberikan Partai Gerindra agar Nurdin Abdullah – Andi Sudirman Sulaiman (ASS) mensosialisasikan Prabowo Subianto sebagai calon presiden, ternyata cukup mengganggu pasangan ini. Apalagi, disertai ancaman pengalihan dukungan ke kandidat lain.

Hal tersebut bisa dilihat dengan digantinya sejumlah alat peraga NA – ASS, yang sebelumnya tidak menampilkan foto Prabowo. Isu pencabutan rekomendasi dukungan juga ditengarai menjadi salah satu alasan diundurnya pelaksanaan jalan sehat serentak NA – ASS, yang menawarkan hadiah fantastis, hingga Rp 8 miliar.

Pencabutan rekomendasi Gerindra, juga dikabarkan akan diikuti oleh partai pendukung NA – ASS lainnya. Yang paling rawan adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN). Apalagi, jumlah kursi yang dimiliki Gerindra tidak cukup untuk mengusung kandidat sendiri. Gerindra hanya memiliki sebelas kursi, dari 17 kursi yang dipersyaratkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Pakar Politik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Prianto, menilai, tidak menutup kemungkinan akan ada parpol lain pengusung NA – ASS yang akan mengikuti jejak Partai Gerindra. Apalagi, masih tersisa beberapa pekan hingga pendaftaran calon gubernur dibuka Januari 2018 nanti.

Tarik ulur usungan parpol masih sangat mungkin terjadi. Apalagi, parpol tentunya akan memperhitungkan kandidat yang dapat memberikan keuntungan.

“Kalau Gerindra bisa melakukannya dengan baik, saya kira partai lain juga bisa melakukan hal yang sama. Sebelum sampai di pendaftaran KPU, rekomendasi tentu masih bisa berubah. Tergantung kesepakatan partai politik dan kandidat yang di usung. Di tengah situasi pragmatisme elektoral seperti sekarang ini, partai cenderung berburu keuntungan dari sumberdaya yang dimiliki kandidat,” terangnya, Kamis (7/12).

Luhur menjelaskan, kalau kandidat tidak mampu menyediakan persyaratan yang diharapkan partai politik, maka dengan mudah bisa berpindah ke kandidat lain. Sudah ada tidak ada lagi fatsoen politik yang menjadi landasan etis. Begal politik pun menjadi keniscayaan.

“Politik memang penuh kemungkinan-kemungkinan. Semua pihak berhak berjuang sampai betul-betul di titik akhir kemenangan ataupun kekalahan,” papar Luhur.

Sebelumnya, Penasehat Sekertariat Gabungan Partai Prof Andalan yang juga tim keluarga NA, Taufik Fachruddin, sempat membantah jika ada partai pendukungnya yang akan mengalihkan dukungan ke kandidat lain. Menurutnya, belum ada pembicaraan antara Gerindra dengan NA terkait hal tersebut.

“Empat partai yang telah mengusung NA – ASS, mulai dari Gerindra, PAN, PKS dan PDI-P, masih solid. Apalagi dalam tim Setgab, semua pengurus partai pengusung dilibatkan untuk memenangkan NA – ASS,” bantah Taufik.

Namun, Ketua DPD Gerindra Sulsel, Idris Manggabarani, telah membenarkan terkait rencana pengalihan dukungan tersebut. Jika dalam waktu dekat ini NA – ASS tidak mensosialisasikan Prabowo Subianto sebagai calon presiden, maka rekomendasi Gerindra akan dicabut.

“Apabila Gerindra mencabut dukungannya dari NA, maka kemungkinan besar Gerindra akan melabuhkan dukungan ke Agus Arifin Nu’mang. Karena Agus yang paling intensif melakukan komunikasi dengan Prabowo, dan juga merupakan kader dari Partai Gerindra,” terangnya.

Lantas, bagaimana sikap partai pendukung NA – ASS yang lain? Ketua DPW PKS Sulsel, Mallarangan Tutu, menegaskan, PKS masih setia bersama pasangan NA-ASS. Menurutnya, tidak mudah untuk mengubah keputusan yang telah ditetapkan partainya. Terlebih lagi, pasangan Prof Andalan telah mengantongi Surat Keputusan (SK) DPP.

“Jadi kami sampaikan, tidak semudah itu kita mengalihkan (dukungan di pilgub), di PKS ada mekanisme,” ujarnya.

Sejauh ini, lanjutnya, DPP belum menginstruksikan pengalihan dukungan, sehingga pihaknya tetap berpatokan pada rekomendasi yang ada. “Belum ada yang berubah, kami tetap berada di koalisi,” pungkasnya.

Sementara, Juru Bicara DPW PAN Sulsel, Irfan AB, mengatakan, terkait dukungan di pilgub merupakan ranah DPP, bukan di wilayah. Ia juga tidak ingin berkomentar banyak soal usungan PAN pada pilgub kali ini. (*)


div>