SENIN , 22 JANUARI 2018

Teladan Paripurna Itu Baginda Rasulullah

Reporter:

Editor:

Azis Kuba

Kamis , 22 Januari 2015 19:19
Teladan Paripurna Itu Baginda Rasulullah

Adnan Purichta IYL

OLEH: ADNAN PURICHTA IYL

12 RABIUL Awal pada penanggalan Hijriah selalu menjadi hal istimewa bagi umat Muslim. Seperti 12 Rabiul Awal 1436 H atau 3 Januari lalu. Umat Islam memperingati Maulid Baginda Rasulullah Muhammad SAW.

Tiap penanggalan itu, umat Islam ramai-ramai merayakannya. Penanggalan itu merupakan hari lahir Baginda Rasulullah. Meski, untuk mengingat dan memuji beliau dianjurkan dilakukan tiap hari bahkan tiap waktu.

Setiap maulid pun, sejarah kebesaran Baginda Rasulullah akan dikumandangkan di mana-mana. Walaupun secara umum, kebesaran beliau tak hanya terdengar di hari kelahirannya.

Baginda Rasulullah memang menjadi sosok panutan sempurna bagi umat Muslim bahkan manusia. Pengarus Rasulullah itu juga diakui oleh umat lain.

Hal ini memang lumrah, karena dengan empat sifat dasar Nabi dan Rasul, Baginda Nabi Muhammad mampu memberi peradaban berharga di dunia ini.

Para Nabi dan Rasul memang memiliki empat sifat Wajib dan empat sifat mustahil, serta 1 sifat Jaiz.

Sifat wajib, yakni Shiddiq (benar), Amanah (dapat dipercaya), Fathonah (pandai/cerdas) dan Tabliq (Menyampaikan wahyu kepada umatnya). Sementara empat sifat mustahil Rasulullah, yakni Kizib (dusta), Khianat (curang), Jahlun (bodoh) dan Kitman (menyembunyikan wahyu).

Shiddiq secara umum adalah, Rasul bersifat benar, baik dalam tutur kata maupun perbuatannya, yakni sesuai dengan ajaran Allah SWT. Apa yang disampaikan, itu juga yang beliau perbuat.

“Dan Kami menganugerahkan kepada mereka sebahagian rahmat Kami, dan Kami jadikan mereka buah tutur yang baik lagi mulia”. QS.19/Maryam:50).

Amanah (dapat dipercaya), yang berarti bersifat jujur dalam menerima ajaran Allah SWT, serta memelihara keutuhannya dan menyampaikannya kepada umat manusia sesuai dengan kehendak-Nya.

“Aku menyampaikan amanat-amanat Tuhanku kepadamu dan aku hanyalah pemberi nasehat yang terpercaya bagimu.” [Al A’raaf 68]

Rasulullah juga mustahil khianat terhadap amanah yang diterimanya. Karena kejujuran beliau, berdasarkan kisah Baginda Rasulullah, beliau bahkan sudah digelari Al Amin oleh kaum kafir Quraisy sebelum diangkat sebagai nabi dan rasul.
Bahkan suatu kisah, ketika Baginda Rasulullah Nabi Muhammad SAW ditawari kerajaan, harta, wanita oleh kaum Quraisy agar beliau meninggalkan tugas ilahinya menyiarkan agama Islam, beliau menjawab:

“Demi Allah, wahai paman, seandainya mereka dapat meletakkan matahari di tangan kanan ku dan bulan di tangan kiri ku agar aku meninggalkan tugas suci ku, maka aku tidak akan meninggalkannya sampai Allah memenangkan (Islam) atau aku hancur karena-Nya”

Meski kaum kafir Quraisy mengancam membunuh Nabi, namun Rasulullah tidak gentar dan tetap menjalankan amanah yang dia terima.

Sifat ketiga, yakni Fathonah (pandai/cerdas), merupakan sifat Rasul berupa bijaksana dalam semua sikap, perkataan, dan perbuatannya atas dasar kecerdasannya.

Karena kecerdasannya, beliau mampu membawa kita ke jalan terang. Beliau membangun peradaban yang bermartabat di dunia ini. Tiga hal utama misalnya, yakni ilmi atau ilmu. Beliau jelas menganjurkan umatnya menuntut ilmu.

Kalau mau memperbaiki duniamu perbaiki ilmumu. Kalau mau perbaiki akhiratmu, perbaiki ilmumu. Hanya orang berilmu yang ditinggikan derajatnya oleh Allah SWT.
Itu adalah sepenggal pesan Rasulullah yang sering disampaikan oleh para ulama kita terkait pentingnya menuntut ilmu. Hal itu dibuktikan oleh negara-negara maju, yang notabene mayoritas non Muslim.

Mereka sadar, kejayaan suatu negara bukan terletak pada Sumber Daya Alam (SDA)-nya. Tapi pada Sumber Daya Manusianya. Hal ini dibuktikan oleh negara-negara maju yang bahkan tak memiliki SDA melimpah seperti negara kita.

Singapura adalah contoh kecilnya. Dengan wilayah yang sempit dan sumber daya alam yang minim, negara ini mampu menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Asia. Singapura menunjukkan jika kesuksesan suatu negara ditentukan oleh manusianya sendiri. Apa yang mereka tunjukkan, sudah dikatakan Baginda Rasulullah.

Maka dapat disimpulkan jika kemajuan suatu daerah, memang bukan ditentukan banyaknya bangunan pencakar langit dan menjamurnya pusat perbelanjaan seperti mal. Tapi jika mampu membangun SDM berkualitas dan mampu mengangkat pendapatan masyarakatnya, maka yakinlah daerah itu masuk kategori maju.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, sudah menunjukkan tekad itu. Lihat saja program pendidikan gratis Pemprov Sulsel. Yang kemudian diaplikasi secara beragam di daerah. Kabupaten Gowa misalnya, menyempurnakannya hingga memberikan beasiswa di tingkat perguruan tinggi.

Tak hanya itu, kualitas dan kedisiplinan pendidik juga dibenahi. Karena suka tidak suka, semua itu akan saling berkoneksi dalam mencapai tujuan yang baik.

Selain Ilmu, hal utama lainnya yang ditanamkan Rasulullah hingga sekarang adalah soal Ketaqwaan. Bagaikan teh yang tak bergula, rasanya hambar bahkan pekat, ketika menggali ilmu namun lupa akan ketaqwaan.Ini penting untuk membangun karakter dan landasan pola pikir.

Selanjutnya, adalah soal integritas. Setiap orang apalagi pemimpin mesti punya integritas. Saya ingat pesan kakek saya (Yasin Limpo), “Setiap manusia harus punya 3 K. Kemampuan, Komitmen dan Konsistensi.

Jangan pernah membuat komitmen jika belum mengukur kemampuanmu sendiri. Kalau engkau sudah mengukur kemampuanmu maka berkomitmenlah. Ketika sudah membuat komitmen, tak ada lagi perhitungan untung rugi, kecuali konsisten atas komitemn yang engkau buat”.

Sifat dasar Rasulullah yang keempat yakni Tabliq (Menyampaikan wahyu kepada umatnya), yang selalu menyampaikan seluruh ajaran Allah SWT sekalipun mengakibatkan jiwanya terancam juga menjadi contoh di kehidupan sehari-hari. Sangat jelas penekanan Rasulullah, bagaimana Beliau mendorong umatnya untuk selalu menyampaikan kebenaran bagaimanapun resikonya.

Sayangnya, hal ini kadang membuat orang kebablasan. Di dalam kehidupan sehari-hari misalnya, terlalu banyak yang menyampaikan sesuatu hal bukan pada tempatnya. Bahkan kadang fitnah pun mengatas namakan kebenaran.

Sementara satu sifat Jaiz Rasul, yaitu Arodhul Basyariyah, yakni memiliki sifat sebagaimana manusia pada umumnya, berupa makan, minum, tidur, sakit dan lain sebagainya.

Dari uraian di atas, tentulah kita sepakat, jika Baginda Rasulullah Muhammad SAW merupakan telada yang peripurna. Tak ada lagi teladan sempurna yang lain, selain beliau.

Allahumma Salli’ala Muhammadin wa’ala Ali Muhammadin Kamasollaita’ala Ibrahim. Wabarik’ala Muhammadin wa’ala Ali Muhammadin Kamabarakta’ala Ibrahima Fil’alamin. Innaka Hamidunmajid. (*)


div>