SABTU , 26 MEI 2018

Telan Anggaran Rp 2,2 Trilun, Tol Layang Ditarget Rampung Tahun 2020

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Kamis , 17 Mei 2018 12:45
Telan Anggaran Rp 2,2 Trilun, Tol Layang Ditarget Rampung Tahun 2020

TOL LAYANG. Maket Tol Layang Dalam Kota yang menghubungkan Jalan Tol Reformasi dengan Jalan AP Pettarani : foto :RAKYATSULSEL

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pembangunan Tol Layang sebagai solusi mengatasi kemacetan di Kota Makassar dimulai. PT Bosowa Margautama Nusantara (BMN) sebagai kontraktor menargetkan proyek ini rampung tahun 2020 mendatang.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama PT BMN, Anwar Toha, dalam acara ngopi pagi dan eksplore pembangunan tol layang kota, yang dihadiri pihak PT BMN, Plt Walikota Makassar dan sejumlah awak media, di Jalan Barawaja, Rabu (16/5) kemarin.

Anwar Toha menyampaikan, bahwa PT BMN siap membangun jalan tol layang AP Pettarani, sebagai kontribusi perusahaan dalam memberikan solusi untuk mengurai kepadatan kendaraan di Kota Makassar.

“Jalan tol layang ini akan dibangun sepanjang 4,3 km, memiliki nilai investasi sekira Rp 2,2 triliun dengan masa konstruksi selama 2 tahun tanpa adanya pembebasan lahan,” jelas Anwar Toha.

Ia mengatakan pihaknya telah mulai melakukan pembangunan jalan tol layang ini sejak akhir April 2018. Saat ini pihaknya bersama wika beton dan tim konsultan Nippon Koei-Indo Koei akan memasuki tahap persiapan dengan berbagai pengerjaan seperti pembersihan lokasi, penebangan pohon, dan pelebaran jalan.

“Tol layang AP Pettarani nantinya akan menjadi jalan tol layang pertama di Makassar yang keberadaannya diharapkan menjadi ikon baru Kota Makassar dan solusi mengurai kemacetan lalu lintas,” kata Anwar Toha

Pelaksana Tugas (Plt)Walikota Makassar, Syamsu Rizal mengatakan, jika jalan tol layang AP Pettarani Makassar tersebut menjadi percontohan nasional.

“Jalan tol layang Makassar diharapkan menjadi ikon nasional. Bukan sekedar jalan tol tapi merupakan simbol kesiapan Makassar, Sulawesi Selatan dan Indonesia mengadopsi berbagai kemajuan teknologi untuk mewujudkan NKRI yang aman, nyaman, damai, dan sejahtera,” ujar Deng Ical, sapaan akrabnya.

Olehnya itu ia berharap seluruh stakeholder dapat mendukung PT BMN dan PT Wijaya Karya selaku kontraktor pelaksana untuk pembangunan tol layang tersebut, dengan memaksimalkan koordinasi lintas sektoral.

Dengan koordinasi yang baik, lanjutnya, tentu dapat meminimalisir dampak sosial, seperti mata pencaharian warga di sekitar lokasi pembangunan tidak terganggu hingga daya dukung alam juga tetap menjadi perhatian pemerintah dan kontraktor pelaksana.

Diketahui, jalan tol layang Makassar ini akan dibangun sepanjang 4.3 km, dengan biaya hingga Rp2,2 triliun, menggunakan skema pembiayaan Proyek Infrastruktur Non Anggaran (PINA). Diperkirakan masa konstruksi berjalan selama 22 bulan. Jalurnya dibuat melayang (elevated) sepanjang jalan nasional Andi Pangerang Petta Rani. (*)


div>