SENIN , 22 OKTOBER 2018

Telat Rapat, Silakan “Nguping” di Luar

Reporter:

Al Amin

Editor:

asharabdullah

Rabu , 11 April 2018 10:15
Telat Rapat, Silakan “Nguping” di Luar

Mendagri Tjahjo Kumolo saat melantik Pj Gubernur Sulsel Soni Sumarsono di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Senin (9/4). (ist)

– Soni Janji Tertibkan Kepala OPD di Pemprov

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulsel, harus mulai berlatih untuk disiplin waktu. Penjabat Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono, menegaskan, tidak akan menerima jika kepala OPD terlambat menghadiri kegiatan yang telah dijadwalkan.

Soni mengingatkan agar seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) bisa lebih disiplin waktu. Harus tepat waktu, sesuai dengan jadwal di agenda.

“Ini saya mau tertibkan juga model rapat. Saya meminta mereka agar bisa on time sesuai agenda, jika setengah delapan ya harus hadir setengah delapan,” tegasnya.

Bahkan Soni akan memulai acara tersebut walau yang hadir tepat waktu hanya dua hingga empat orang saja.

“Tak peduli lengkap atau tidak lengkap, pokoknya jika jam rapat setengah sembilan maka segitu juga saya mulai tutup pintu. Yang lainnya mau nunggu di luar silahkan, mau nguping juga boleh. Tapi nggak boleh masuk. Saya kira kita mulai saatnya untuk disiplin,” terangnya.

Kedepan, ia juga tidak menerima rapat kepala OPD yang hanya diwakili oleh staf. “Rapat pimpinan itu hanya dihadiri oleh pimpinan, tidak boleh diwakilkan, apalagi staf ikut masuk. Rapat pimpinan itu rapat yang paling strategis dan tertinggi di Pemerintahan Provinsi Sulawesi Selatan. Kini saya mau tertibkan,” ulasnya.

Selanjutnya, Soni juga mengaku tidak lagi akan mengumpulkan perangkat daerah, tapi dirinya sendiri akan blusukan ke kantor OPD.

“Saya akan datang di kantor OPD. Saya mulai pergi ke Dinas Kesehatan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, kemudian ke Dinas Pendidikan. Saya juga mau melihat ujian nasional, dan itu prioritas saya,” ungkapnya.

Dengan aturan ini, sejumlah OPD juga tidak merasa keberatan. Kepala Dinas Kependudukan, Catatan Sipil dan Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana (Disdukcapil-Dalduk-KB) Sulsel, Sukarniaty Kondolele, mengatakan, sesuai aturan memang dispilin sudah menjadi kewajibannya sebagai pelayan negara.”Memang wajib ditaati oleh siapapun,” kata Sukarniaty.

Terkait aturan rapat pimpinan, Sukarniaty juga menyetujui hal tersebut. “Saya kira sebaiknya seperti itu, apalagi kalau rapat sama pimpinan tertinggi daerah. Ini kan menyangkut kewibawaan,” jelasnya.

Terpisah, Pakar Pemerintahan dari Universitas Hasanuddin, Andi Lukman Irwan, mengatakan, aspek penting dalam membangun budaya birokrasi yang berdaya saing adalah kedisiplinan dan integritas, serta pemenuhan tanggungjawab para ASN. Selain itu, rapat-rapat penting dalam pemerintahan, sudah selayaknya dipimpin dan dihadiri langsung oleh pengambil kebijakan dan bukan lagi pada level atau tataran pelaksana kebijakan.

“Maksudnya supaya setiap permasalahan penting yang mesti secara cepat ditangani dapat terselesaikan. Inilah yang disebut birokrasi yang kompetitif dan saya kira ini menjadi tanggungjawab utama dari beliau, khususnya dalam meningkatkan profesionalisme pelayanan dari para ASN pemprov,” ujarnya.

Selama enam bulan menjabat Penjabat Gubernur Sulsel, kata Lukman, Soni Sumarsono harus lebih kuat dalam memimpin.

“Harus kuat untuk melaksanakan semua program dan kegiatan yang telah tersusun dalam APBD Pokok 2018, sehingga memang beliau harus memacu dan memotivasi semua unsur jajaran dibawahnya untuk bekerja secara cepat dan tepat untuk memenuhi target-target program yang sudah ada,” paparnya. (*)


div>