SENIN , 15 OKTOBER 2018

Temuan Form C1 Sudah Terisi, “Jekkong” Nyata Jelang Pencoblosan

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Selasa , 26 Juni 2018 15:08
Temuan Form C1 Sudah Terisi, “Jekkong” Nyata Jelang Pencoblosan

Money Politics

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Masih ingat kubu Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) terus “berteriak” waspada “jekkong”? Yah, kecurigaan tentang kecurangan memang makin terkuak jelang pencoblosan.

Temuan lembaran form C1 yang sudah terisi di salah satu kelurahan di Bontoala, Makassar, adalah jekkong yang tergolong nyata. Anehnya, di form tersebut mengisi perolehan suara NH-Aziz di posisi pertama.

Jika form tersebut benar adanya terisi sebelum pencoblosan, maka ini tanda-tanda ada “jekkong teriak jekkong”. Dan temuan itu mesti menjadi pintu masuk untuk mengusut keberpihakan oknum penyelenggara.

Selain lembaran form yang ditemukan sudah terisi, juga ditemukan adanya politik uang di Sidrap yang tertangkap tangan di Kabupaten Sidrap, Senin (25/6/2018) malam. Dibeberapa situs media online diwartakan jika mereka adalah bagian NH-Aziz. Benarkah?

Meski kebenaran soal politik uang ini belum bisa disimpulkan 100 persen jika otaknya adalah NH-Aziz, namun temuan tersebut menjadi indikasi dan petunjuk untuk mewaspadai pergerakannya.

Jangan sampai di media berkoar-koar tentang jekkong, namun mereka sendiri yang ingin mempraktekkannya. Apalagi sudah ada indikasi lain selama ini sudah tercium dilakukannya.

Disamping itu, jelang pencoblosan, hanya duet Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar yang berani menyurati tiga rivalnya untuk tidak melakukan politik uang, sekaligus menantang KPU mengamankan suara rakyat.

Tim Hukum IYL-Cakka, sebelumnya juga mengeluarkan pernyataan mengenai temuan form C1 yang sudah terisi. Mereka menyikapinya dengan meminta Bawaslu Sulsel mengusut tuntas kejadian ini.

“Kita meminta ini diberikan perhatian khusus dan mengantisipasi kejadian serupa di daerah lain,” kata Tim Hukum IYL-Cakka, Mabrur Ahmad dan Andi Alrizal, dalam siaran persnya, Selasa (26/6/2018). (*)


div>