SELASA , 12 DESEMBER 2017

Tenaga Kerja Konstruksi Wajib Sertifikasi

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Rabu , 11 Oktober 2017 13:18
Tenaga Kerja Konstruksi Wajib Sertifikasi

Ketua LPJK Provinsi Sulsel Andi Kilat Karaka (kedua kanan) ditemani pengurus LPJK Provinsi Sulsel Hasbi Ali dan lainnya ketika melakukan audiensi dengan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar Muh Ansar, belum lama ini. Pengurus LPJK Provinsi Sulsel melaporkan rencana pelaksanaan Gerakan Sertifikasi 10.000 Tenaga Terampil. foto: ist

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Provinsi Sulsel bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar akan mengadakan uji sertifikasi tenaga kerja konstruksi secara gratis terhadap pekerja konstruksi yang bekerja di wilayah Kota Makassar. Uji kompetensi dan pelatihan ini, akan diikuti 10.000 tenaga kerja konstruksi.

Ketua LPJK Provinsi Sulsel, Andi Kilat Karaka, diberitakan Rakyat Sulsel, Rabu (11/10), menjelaskan, adapun tujuan uji sertifikasi kompetensi ini, adalah merupakan amanat Undang-Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi yang mewajibkan kepada setiap pengguna jasa dan penyedia jasa untuk mempekerjakan tenaga kerja konstruksi yang memiliki sertifikat kompetensi kerja.

“Sanksinya apabila tidak melaksanakan kewajiban tersebut, maka akan dikenakan sanksi berupa denda atau penghentian sementara layanan jasa konstruksi,” terangnya.

Kilat mengatakan, rencananya pelatihan dan sertifikasi uji kompetensi ini, akan diselenggarakan pada pertengahan November 2017 dengan melibatkan Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar.

“Peserta sertifikasi nanti, kita harapkan lebih kurang 10.000 orang yang terdiri dari Tenaga Kerja terampil (SKTK) yang meliputi tukang, mandor, drafter, surveyor, operator, pelaksana dan pengawas bangunan serta bimbingan teknis keahlian yang meliputi bimbingan teknis sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja, manajemen konstruksi, dan administrasi kontrak,” jelasnya.

Kilat mengungkapkan, metode yang dilakukan dalam sertifikasi ini adalah pertama melakukan pelatihan pada tukang yang belum terampil menjadi terampil, dan kedua asesor akan datang pada saat para pekerja sedang melakukan pekerjaannya di proyek-proyek untuk melihat dan menanyai soal pekerjaannya.

“Apabila kami melihat sudah cocok dengan teori dan kualifikasi yang kami terapkan, maka pekerja itu layak mendapatkan sertifikat,” jelasnya.


div>