KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

Tenang, Stok Beras Aman Hingga 8 Bulan Mendatang

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Rabu , 26 April 2017 10:40
Tenang, Stok Beras Aman Hingga 8 Bulan Mendatang

ilustrasi

RAKYATSULSEL.COM – Bagi masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan stok beras hingga beberapa bulan mendatang bahkan lebaran nanti. Pemerintah telah menjamin stok kebutuhan pokok itu sudah tersedia. Bahkan harganya pun dipastikan stabil.

Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Kementerian Perdagangan (Kemendag) Syahrul Mamma memastikan, untuk di Batam stok beras dan gula aman hingga delapan bulan kedepan. “Stok beras dan gula insyallah aman hingga delapan bulan kedepan. Alhamdulillah Batam tak akan kekurangan beras,” ujar Syahrul seperti dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Rabu (26/4).

Pada Selasa (25/4), Syahrul Mamma bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Batam melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap harga maupun ketersediaan barang di pasar modern tingkat retail.

Di pasar modern, tiga item kebutuhan pokok seperti gula, minyak dan daging beku harganya tidak di atas HET. Gula Rp 12.500 per kg, minyak Rp 11.500 per kg dan daging sapi beku Rp 80 ribu per kg. “Kami lihat di retail modern harganya sesuai dengan yang telah ditetapkan pemerintah,” terang Syahrul lagi.

Meski begitu, dia akan tetap mengawasi harga-harga dan ketersediaan bahan pokok yang berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat.  Bahkan pihaknya akan memberi sanksi tegas bagi distributor yang memberikan harga diatas HET.
Sanksi tegas itu bisa berupa pencabutan izin.

“Kalau ada jual di atas HET maka izinnya akan dicabut. Karena untuk menjadi distributor harus izin kami dulu. Kami juga akan melakukan pengawasan hingga ke pasar,” imbuh Syahrul.

Sementara itu, Kepala Bulog Riau dan Kepri Awaludin Iqbal mengatakan pasokan beras aman hingga 12 bulan kedepan. Saat ini di Batam telah ada stok sekitar 6 ribu ton. Sementara kebutuhan per bulan hanya 500 ton.

“Kebutuhan di hari biasa itu 320 ton perbulan dan hari besar bisa sampai 500 ton. Stok ini juga telah kita hitung untuk pulau-pulau peyangga,” terang Awaludin.

Bahkan lanjut dia, pihaknya telah menyiapkan beras komersil untuk mengintervensi harga beras di pasaran. Hal itu dilakukan agar harga beras tak naik apalagi jelang hari bulan ramadan. “Beras komersil hanya untuk intervensi harga,” imbuh Awaludin.

Di sisi lain, Awaludin juga memastikan stok beras yang ada bebas dari kutu. Hal itu karena adanya perawatan rutin. “Kita jamin tak berkutu, karena ada perawatan,” sebutnya.


div>